Disebut Gipsy Laut, Ini Potret Kehidupan Suku Bajo yang Menginspirasi Sutradara Film Avatar

Suku Bajo, Indonesia
Sumber :
  • Instagram @klanaexplore

Kendati demikian saat mereka menemukan wilayah dengan potensi alam yang melimpah, mereka akan berpindah dengan membangun pondok-pondok sebagai tempat untuk berteduh ketika cuaca buruk sekaligus sebagai tempat mengolah hasil tangkapannya. Sebagai suku laut, alat transportasi mereka adalah perahu yang juga mereka gunakan untuk mencari nafkah. 

img_title Lintasi Asia hingga Eropa, Kakek Nenek Keliling Dunia Usung Misi Diplomasi Budaya

Perkampungan suku Bajo, Indonesia.

Photo :
  • Instagram @wdks

Umumnya mereka mencari ikan dengan cara-cara tradisional, seperti memancing menggunakan kail, menjaring atau juga memanah. Selanjutnya hasil tangkapannya mereka jual kepada masyarakat di pesisir atau pulau terdekat. 

img_title Terapung di Laut Sri Lanka Selama 30 Hari, Nelayan Aceh Akhirnya Tiba di Bandara Soetta

Selain mencari ikan, masyarakat suku Bajo juga belajar budidaya komunitas bahari lainnya seperti lobster, udang juga ikan kerapu. Kehidupan suku Bajo yang sangat unik beserta keahlian yang mereka warisi dari generasi ke generasi tidak hanya membuat takjub para ilmuwan, tetapi juga menarik minat seorang sutradara ternama James Cameron penggarap film Titanic dan Avatar yang terkenal. 

James menyaksikan kehidupan suku Bajo di Indonesia yang sangat unik pun terinspirasi untuk menyajikan kehidupan mereka dalam film Avatar The Way of Water. James mengatakan bahwa suku Metkayina terinspirasi dari suku Bajo, dan seperti yang diketahui suku Metkayina dalam film Avatar merupakan suku penghuni Pandora yang menjadi penguasa lautan. 

img_title Lestarikan Budaya Lewat Resepsi Pernikahan, 106 Pasangan Ikuti Tangerang Ngabesan 2026

Tidak hanya itu, James juga menghadirkan budaya dan bangunan-bangunan khas orang Bajo tersebut didalam sekuel Avatar lewat sosok suku Metkayina. James menuturkan, bahwa kecintaannya pada laut serta pengalamannya menjelajah laut di Samudra Pasifik telah mendorongnya untuk menghadirkan semua itu dalam sebuah film, menampilkan suku-suku navy yang beradaptasi dengan laut kekayaan alam di lautan beserta budayanya.