Biografi Abuya Uci Turtusi, Ulama Kharismatik Banten yang Meninggalkan Warisan Mendalam bagi Umat Islam
- Instagram @pecinta_abuyauciturtusi
Banten.viva.co.id – Abuya Uci Turtusi, seorang ulama kharismatik asal Cilongok Banten, dikenal luas tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Keikhlasannya dalam menyampaikan ilmu agama dan keteladanan yang ia tunjukkan dalam berdakwah membuatnya dicintai banyak orang.
Berikut adalah perjalanan hidup dan warisan yang ditinggalkan oleh Abuya Uci Turtusi.
Kelahiran dan Latar Belakang
Biografi Abuya Uci Turtusi lahir di Kampung Cilongok, Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Ia merupakan putra dari Abuya Dimyati Cilongok al-Bantani, pendiri Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah.
Sejak kecil, ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang religius dan penuh dengan nilai-nilai keislaman.
Keluarga yang religius ini membentuk karakter Abuya Uci sebagai sosok yang tekun dan bersemangat dalam menuntut ilmu agama.
Perjalanan Menuntut Ilmu yang Panjang
Sejak usia muda, Abuya Uci sudah memiliki tekad yang kuat untuk mendalami ilmu agama. Ia menghabiskan lebih dari tiga dekade hidupnya untuk belajar dari 32 guru di berbagai pondok pesantren.
Menariknya, selama proses belajar, Abuya Uci sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai anak seorang ulama besar.
Ia melakukannya untuk memastikan bahwa setiap guru mengajarinya tanpa rasa segan. Ketulusan dan keikhlasannya dalam menuntut ilmu menjadi salah satu alasan beliau dihormati banyak orang.
Meneruskan Kepemimpinan di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah
Setelah ayahnya wafat, Abuya Uci mengambil alih kepemimpinan Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah di Kampung Cilongok.
Di bawah kepemimpinannya, pesantren ini berkembang pesat. Ribuan santri dari berbagai daerah datang untuk menuntut ilmu.
Bahkan, empat masjid dibangun untuk menampung kegiatan keagamaan yang terus berkembang. Tiga masjid dibangun di dalam area pesantren, sementara satu lagi berada di luar pesantren.
Hubungan Erat dengan Gus Dur
Abuya Uci dikenal sangat dekat dengan Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Mereka memiliki hubungan yang erat, tidak hanya sebagai sesama ulama, tetapi juga sebagai sahabat dalam memperkuat akidah umat Islam.
Gus Dur sering kali mengisi pengajian di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah. Setelah kepergian Gus Dur, Abuya Uci tetap menjaga hubungan dengan keluarga Gus Dur dan terus berpartisipasi dalam acara haul Gus Dur.