Garuda Muda Timnas U-17, Dua Laga Dua Menang, Afghanistan Jadi Ujian Terakhir Fase Grup
- Instagram @erickthohir
Banten.viva.co.id – Timnas Indonesia U-17 menunjukkan performa gemilang di ajang Piala Asia U-17. Dalam dua laga awal, tim besutan Nova Arianto sukses membukukan dua kemenangan meyakinkan.
Mereka mencetak lima gol dan hanya kebobolan satu, itupun lewat titik penalti. Efektivitas dan kedisiplinan jadi senjata utama Garuda Muda.
Meski sudah memastikan tiket ke fase berikutnya, Coach Nova menegaskan bahwa laga terakhir kontra Afghanistan tetap harus dimenangkan. Bukan hanya demi status juara grup, tetapi juga untuk menjaga mental bertanding para pemain.
"Menang di laga terakhir penting untuk menjaga ritme dan rasa percaya diri tim," ujar Nova Arianto.
Afghanistan Tak Menyerah, Tapi Akui Kekuatan Indonesia
Pelatih Afghanistan, Elias Manoser, menyatakan timnya akan memberikan perlawanan. Meski begitu, ia secara terbuka mengakui keunggulan Indonesia.
"Indonesia adalah tim yang aneh, dalam artian positif. Mereka sulit ditebak dan selalu punya kejutan," kata Manoser seperti dikutip dari laman resmi AFC, Sabtu, 12 April 2025.
Ia menyoroti bagaimana Garuda Muda bermain dengan dua pendekatan berbeda dalam dua laga awal, namun tetap efektif.
Menurutnya, transisi cepat dan stamina pemain Indonesia menjadi kunci keberhasilan tim.
Pelatih Korea Selatan dan Yaman memberikan pujian atas cara Indonesia bermain.
Coach Bekite dari Korea Selatan menyebut Indonesia sebagai salah satu tim terkuat di Asia Tenggara. Ia menilai transisi cepat dan organisasi pertahanan jadi kekuatan utama tim.
"Indonesia bisa bermain seolah tak mengancam, tapi ketika ada celah, mereka menghukum dengan telak," ungkap Bekite.
Hal serupa diungkap pelatih Yaman, Samer Saleh.
Ia menyebut Indonesia pandai menghukum kesalahan kecil lawan, terbukti dari beberapa gol yang dicetak lewat skema transisi cepat.
Timnas U-17 tak bergantung pada satu atau dua pemain saja. Di bawah asuhan Nova Arianto, semua pemain paham perannya masing-masing. Sistem yang diterapkan berjalan rapi dan solid.
Dalam dua pertandingan awal, lini belakang tampil disiplin, sementara lini serang tajam dan efisien.
"Semua pemain punya kontribusi. Tidak ada yang bermain untuk dirinya sendiri. Menang, seri, atau kalah, kami tanggung bersama," tegas Nova.