Federasi Belanda Gemetar, Pemain Muda Ini Mantap Bela Merah Putih, Ambisi Lolos Piala Dunia 2026
- Viva
Banten.viva.co.id –Federasi Belanda mulai waswas. talenta muda berbakat, Delano van der Heijden, dikabarkan mantap memilih jalur naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia.
Gelandang serang berusia 20 tahun yang punya darah Maluku dari kakek-nenek di pihak ibunya, mengaku siap meninggalkan persaingan ketat di Belanda demi ambisi besar Garuda di Piala Dunia 2026.
Kabar tersebut sontak membuat pecinta sepak bola Tanah Air riuh, mengingat Feyenoord terkenal melahirkan pemain-pemain bintang kelas dunia.
Nama Delano van der Heijden pertama kali mencuat ketika Yussa Nugraha, sosok yang kerap menjadi perantara bagi para pemain diaspora, bertemu Delano di Belanda.
Dalam pertemuan itu, Delano mengungkapkan ketertarikan membela Timnas Indonesia.
Menurut Yussa, gelandang Feyenoord U-21 tersebut secara terbuka menyatakan kesiapan menjalani proses naturalisasi.
Ia juga menegaskan keinginan tampil sebagai gelandang serang murni, memerankan peran nomor sepuluh yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Kondisi Delano sendiri sempat terganggu cedera lutut. Ia rutin menjalani fisioterapi agar bisa segera pulih sepenuhnya.
Namun, cedera tidak menyurutkan niatnya membela Garuda. Justru, pemain berdarah Maluku ini semakin bersemangat, menunggu panggilan resmi dari PSSI.
Jika semuanya berjalan lancar, ia tak ragu menjemput peluang bersinar di panggung internasional bersama Indonesia.
Federasi sepak bola Belanda sudah cukup sering kehilangan bakat diaspora, yang lebih memilih membela negara lain karena alasan kultural atau peluang bermain di tim senior.
Kini, Delano menjadi prospek anyar yang kian bikin cemas. Feyenoord merupakan klub besar yang rutin menyuplai pemain ke timnas Belanda.
Jika Delano sukses berkembang, seharusnya ia berpeluang meramaikan persaingan timnas De Oranje di masa depan.
Akan tetapi, kebutuhan Timnas Indonesia untuk menambah kreativitas di lini tengah menjadi angin segar bagi Delano.
Gaya bermainnya yang menonjolkan visi dan penguasaan bola selaras dengan filosofi sepak bola Belanda.
Selain itu, Indonesia sedang membangun kekuatan baru di bawah kendali Patrick Kluivert, pelatih yang juga lekat dengan kultur total football.
Kedekatan budaya sepak bola antara Belanda dan Indonesia membuat Delano tidak perlu waktu lama beradaptasi.