Perkuat Narasi Sawit Berbasis Data, APMI dan BPDP Gulirkan Program APMI Data Intelligence
- Istimewa.
VivaBanten - Keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh aspek produksi dan lingkungan, tetapi juga oleh bagaimana narasi mengenai komoditas strategis tersebut dibangun di ruang publik. Kesadaran inilah yang mendorong Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggulirkan Program APMI Data Intelligence: Sentiment Analysis of Oil Palm melalui kegiatan bertajuk Media Analysis for Sustainable Oil Palm.
Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, menegaskan bahwa narasi berbasis data menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit di tengah maraknya perdebatan dan kampanye negatif di ruang digital.
“Keberlanjutan kelapa sawit bukan hanya berbicara mengenai lingkungan, tetapi juga tentang kekuatan narasi berbasis data. Program ini kami laksanakan sebagai upaya untuk membentuk strategi kampanye positif kelapa sawit di media sosial, sehingga generasi muda mampu membangun narasi yang kuat dan berlandaskan data,” ujar Muhammad Nur Fadillah dalam keterangan resmi, Selasa, 31 Maret 2026.
Program APMI Data Intelligence merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas generasi muda sawit dalam memahami dinamika opini publik di media digital, khususnya melalui analisis sentimen, literasi data, dan strategi komunikasi berbasis fakta. Langkah ini dinilai penting mengingat persepsi publik terhadap kelapa sawit kerap dipengaruhi oleh informasi yang beredar di media sosial, yang tidak selalu didukung data yang akurat dan berimbang.
Kegiatan Media Analysis for Sustainable Oil Palm telah digelar pada 10–16 Maret 2026 di Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI), Sumatera Utara. Program ini diikuti oleh 150 peserta dari enam perguruan tinggi penyelenggara Beasiswa SDM Sawit BPDP.
APMI dan BPDP menegaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kemampuan generasi muda sawit dalam menganalisis sentimen media sosial serta memahami strategi komunikasi digital yang efektif. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan narasi kelapa sawit Indonesia dapat dibangun secara lebih objektif dan berbasis fakta di ruang publik.
Program ini juga dilatarbelakangi oleh korelasi antara maraknya kampanye negatif terhadap produk turunan kelapa sawit dengan rendahnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai peran strategis komoditas tersebut. Padahal, sektor kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, penyerapan tenaga kerja, serta pembangunan wilayah perkebunan di berbagai daerah.