Arus Mudik Lancar, Ekonomi Sulit. Bagaimana Solusi Pemerintah?
- Viva.co.id/Yandhi
VivaBanten – Ditengah kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026 di Pelabuhan Merak, ternyata ada kesulitan ekonomi yang dihadapi oleh para pengusaha kapal.
Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) mengaku sepinya Pelabuhan Merak berdampak pada pendapat perusahaan.
Jika hal ini terus berlanjut, bisa menggangu perekonomian perusahaan. Bahkan tak menutup kemungkinan akan ada kapal yang berhenti beroperasi atau PHK. Karena biaya operasional tidak tertutupi dengan penjualan tiket.
Salah satu penyebabnya pemberlakukan Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan angkutan penyeberangan mudik yang terlalu kaku.
"Padahal hari ini H-3 yang biasanya menjadi puncak dan selalu terjadi antrean. Demi menghindari kemubaziran kami berharap SKB itu bisa dilakukan secara dinamis, secara fleksibel, karena disini ada KSOP, ada BPTD, Korlantas Polri yang terus memantau," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo, di Pelabuhan Merak, 17 Maret 2026.
Posko Gabungan Arus Mudik Idul Fitri 2025 di Pelabuhan Merak.
- Viva.co.id/Yandhi
Ia menilai kondisi tersebut ironis, mengingat lintasan penyeberangan Merak - Bakauheni memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai. Bahkan, pelabuhan itu dilengkapi tujuh pasang dermaga moving bridge.
Selain itu, terdapat 71 kapal roll on-roll off (roro) dengan kapasitas minimal 5.000 gross tonnage (GRT) yang siap beroperasi.
Gapasdap mengaku telah bersurat dua kali ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk meninjau ulang penetapan SKB. Kemudian pemberlakuannya lebih fleksibel lagi.
"Yang kami inginkan adalah sebuah keberhasilan, kelancaran, yang betul-betul terjadi keseimbangan antara jumlah armada dengan infrastuktur, bagaimana pembagian pelabuhan utama dan penunjang bisa dilakukan dengn baik, dengan dinamis dan fleksibel," jelasnya
Debu yang tebal, cuaca panas, fasilitas istirahat kurang dijalur dan menuju Pelabuhan Ciwandan, membuat pemudik dan anak-anak mudah lelah.
Kendaraan Keluar dari Kapal di Pelabuhan Merak.
- ASDP Indonesia Ferry
Pelabuhan Ciwandan sejatinya untuk industri dan sebagai penunjang, bukan pelabuhan utama khusus angkutan penumpang.
Pemudik sepeda motor biasanya membawa anak kecil, barang bawaan yang lumayan banyak, sehingga mereka butuh tempat istirahat memadai yang tidak hanya ada di Pelabuhan Merak.
Selain itu, sopir truk logistik yang mengantre berhari-hari di Pelabuhan BBJ Bojonegara harus rela mengencangkan ikat pinggang selama diperjalanan.