Mengubah Sampah Plastik Jadi BBM dan Menghasilkan Cuan
- Yandi/BantenViva
VivaBanten – Pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan minyak tanah, telah dilakukan 5 tahun oleh PT Chandra Asri Pasific. Salah satu dampaknya, mengurangi sampah plastik agar tidak menjadi polutan di laut, sungai maupun tanah.
Hingga saat ini, sudah ada 26.800 liter BBM yang dihasilkan dan diberi nama PLUSRI. Lokasi pengolahannya berada di Lingkungan Serdag, Kota Cilegon, Banten dan bernama Industri Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) ASARI.
"Produk ini tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah plastik, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui aktivitas jual beli serta mendukung kebutuhan UMKM di sekitar wilayah operasional," ujar Murad M. Yasin, Ketua IPST ASARI, ditulis Selasa, 10 Maret 2026.
Dilokasi tersebut, sebanyak 300 kg sampah plastik diolah menjadi BBM maupun cacahan plastik yang bernilai ekonomis dan mampu membantu perekonomian masyarakat sekitar.
Tumpukan Sampah Plastik.
- Yandi/BantenViva
Saat ini, IPST ASARI dikelola secara mandiri oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sehati Maju Bersama di Kota Cilegon, Banten.
Sejak tahun 2021, program ini telah melibatkan lebih dari 9.200 masyarakat lokal dalam berbagai aktivitas operasional, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengelolaan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Aktivitas tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.
"Kami memfasilitasi pengembangan keahlian bagi para pekerja di IPST ASARI serta menyediakan dukungan teknologi mesin yang membantu mengoptimalkan proses pengolahan sampah plastik," ujar Nicko Setyabudi, Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Selasa, 10 Maret 2026.
Nicko berharap kehadiran IPST ASARI bisa mengurangi pembuangan sampah plastik ke TPSA Bagendung, Kota Cilegon, Banten, yang saat ini menerima 200 ton per harinya.
Dengan pemilihan sampah yang baik dan benar, selain ramah lingkungan, juga menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi BBM.
- Yandi/BantenViva
"Kehadiran IPST ASARI juga diharapkan dapat mendorong perubahan cara pandang masyarakat untuk melihat sampah, khususnya sampah plastic, sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi," jelasnya.