Pemkot Tangsel Terima Laporan Siswa SD Keracunan Program MBG
- Sherly/viva
VIVA Banten - Pemerintah Kota Tangerang Selatan menerima laporan adanya siswa SD (Sekolah Dasar) pada satu sekolah yang mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya menerima laporan tersebut di bulan September 2025, namun ia tidak mengingat pasti jumlah korban.
"Berapa orang ya, lumayan itu, jumlahnya saya lupa. Di satu sekolah. SD Kalau tidak salah," katanya.
Para anak yang keracunan usai mengonsumsi menu MBG mengalami gejala mual-mual dan telah ditangani Dinas Kesehatan.
"Kondisinya mual-mual, pada saat dicek, ini laporan dari Dinas Kesehatan ternyata dari air (penyebabnya)," ujarnya.
Alhasil, saat ini syaratnya dari Kementerian Kesehatan dan BGN air untuk masak dan untuk merebusnya itu wajib menggunakan air galon.
"Airnya ada bakteri E.coli, makanya sekarang disyaratkan di seluruh Indonesia dan juga kalau sudah dicuci, dibilas terakhirnya pakai air galon juga. Itu syarat yang saya dengar di situ (di rapat). Tapi yang pasti, yang kemarin masalah keracunan itu, pada saat dicek memang jujur saja kurang layak dari segi kesehatan," jelas Pilar.
Dalam tindak lanjut, SPPG yang menangani pun telah ditutup untuk mencegah kejadian berulang. Ia juga menegaskan, dalam kasus tersebut, pihaknya sebagai pemerintah membutuhkan koordinasi.
"Kita butuh adanya koordinasi, supaya antara BGN sama Pemda itu kita kan bukan masing-masing, ini program bersama mensukseskan programnya Presiden, ayolah kita hilangin ego sektoral. Jangan nanti kita mau masuk ke situ harus ijin BGN, nggak ditanggepin. Kita pengennya ayo sama-sama," ungkapnya.