Gembong Curanmor Asal Banten Ditangkap Polresta Bogor Kota
- Doni/VivaBanten
VivaBanten – Gembong curanmor Ahmad Sanwani, asal Banten ditangkap Satreskrim Polresta Bogor Kota. Dia ditangkap bersama dua temannya, Abdul Mutholib dan Asep Awaludin yang ditangkap di wilayah Bogor Selatan, Jawa Barat.
Komplotan spesialis curanmor itu sudah beraksi sejak 2017 silam. Dari 53 aksi curanmor, Satreskrim Polresta Bogor Kota berhasil menyita 28 unit sepeda motor yang mayoritas jenis matic.
"Dari hasil pengungkapan kasus ini, kami berhasil mengamankan 28 unit sepeda motor berbagai merek tanpa dokumen resmi," ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi Nugroho, Rabu, 11 Juni 2025.
Gembong curanmor Ahmad Sanwani, asal Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten itu mencuri sepeda motor di wilayah Jakarta, Kota dan Kabupaten Bogor secara berkelompok. Setiap pelaku memiliki peran masing-masing atas perintah dari Sanwani.
Mereka mencuri motor dengan cara merusak kunci disaat korbannya tengah tidur pulas, diantara pukul 02.00 wib hingga 05.00 wib.
Barang Bukti Sepeda Motor Hasil Curanmor.
- Yandi/BantenViva
Sebelum mencuri sepeda motor, mereka biasanya memantau target dan area sekitar, kemudian membawa kunci leter T disetiap aksinya.
"Sasaran utama adalah kendaraan bermotor di area pemukiman, khususnya rumah dengan halaman terbuka," terangnya.
Selain menyita 28 unit sepeda motor, Polresta Bogor Kota juga mengamankan 14 mata kunci leter T, golok, hingga alat hisap sabu yang biasa mereka konsumsi sebelum melancarkan aksinya.
Polisi menghimbau masyarakat bisa memasang CCTV di areal permukiman yang sepi dan rawan kejahatan, sehingga memudahkan pelacakan polisi ketika terjadi tindak pidana. Kemudian memasukkan sepeda motor ke dalam rumah atau menggunakan pengaman ganda.
Satreskrim Polresta Bogor Kota mengaku akan mengembangkan kasus gembong spesialis curanmor tersebut. Jika masyarakat melihat atau mengalami tindak kejahatan, bisa melaporkannya ke polisi atau menghubungi call center 110.
Ilustrasi Maling Motor Gagal Beraksi
- Viva.co.id
"Menurut penyelidikan, motif kejahatan adalah untuk menunjang gaya hidup. Ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara," imbuhnya.