Polda Jabar Gelar Pelatihan AI, Ajak Pelajar dan Masyarakat Lawan Hoax dan Kejahatan Digital

Kabag Binkar SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, Saat Menjadi Pemateri Pelatihan Kecerdasan Buatan.
Sumber :
  • Yandi.

VivaBanten – Ditengah gempuran kecerdasan buatan atau Artificial Inteligence (AI), membuat dunia digital rawan terjadinya kejahatan dan provokasi. Karenanya, SDM Polda Jawa Barat (Jabar) membuat pelatihan khusus AI kepada personelnya.

img_title Biro SDM Polda Jawa Barat Raih Juara 2 Nasional Inovasi Ketahanan Pangan

Ratusan personel Polda Jabar mengikuti pelatihan AI selama dua hari, Kamis - Jumat, 30 Juli - 01 Agustus 2026, untuk mengedukasi pelajar SMA sederajat di wilayahnya, agar terhindar dari kejahatan hoax, deep fake, penipuan arisan online, love scamming, penipuan online hingga mencerdaskan masyarakat di dunia digital.

AI didunia digital bagaikan pisau bermata dua, sehingga harus bijak dalam penggunaannya. Polda Jabar menargetkan antara 37 ribu hingga 40 ribu pelajar maupun masyarakat, bisa mendapatkan pelatihan kecerdasan buatan untuk melawan hoax, deep fake, penipuan arisan online, love scamming maupun penipuan online.

img_title Ratusan Pelajar di Bandung Dapat Pelatihan Check Fakta Hingga AI dari Polda Jabar, Ini Manfaatnya

"Pesertanya dari Polda Jawa Barat dan polres jajaran di wilayah hukum kita. Nantinya mereka akan memberikan edukasi ke sekolah-sekolah, untuk mengajarkan bagaimana memanfaatkan AI dan digital. Rekan-rekan di jajaran juga bisa meneruskan ke masyarakat, gen Z, juga ke pelajar," ujar Kabag Binkar Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, Kamis, 30 Juli 2026.

Pria yang sudah malang melintang di dunia reskrim menjelaskan bahwa pelajar, anak muda maupun masyarakat banyak yang menjadi korban kejahatan AI, sehingga mereka perlu mendapatkan pemahaman untuk melawannya bersama-sama. 

img_title Home Solar Dryer Polda Jabar Resmi Beroperasi, Bisa Keringkan 1 Ton Jagung Pipil

Personel polri hingga masyarakat nantinya diharapkan bisa melakukan check fakta seperti yang sudah dilakukan oleh media arus utama saat ini. Dimana, banyak sekali AI diunggah ke medsos dengan tujuan provokasi.

Nantinya pelajar, anak muda hingga masyarakat umum, bisa membantu penyaringan informasi di dunia digital, sehingga bisa membedakan informasi yang benar atau tidak.

"Kejahatan digital menggunakan AI saat ini masih berupa gunung es. Melek AI bukan sekedar bisa menggunakan teknologi, melainkan sebuah kemampuan komprehensif. AI membantu manusia berfikir lebih cepat, manusia tetap memegang kendali, pertimbangan dan tanggung jawab," ucapnya.

Alumni Akpol 2005 ini berharap para pelajar nantinya bisa menjadi garda terdepan untuk melawan hoax di media sosial. Karena generasi muda saat ini sudah sangat akrab dengan AI.

Halaman Selanjutnya
img_title