Polisi Berulang Kali Datangi Sukatani
- Polres Serang
VivaBanten – Polisi dari Polres Serang berulang kali datang ke Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, untuk menemani warga terdampak Radioaktif Cesium 137.
Relokasi warga terdampak Radioaktif Cesium 137 gelombang kedua telah dilakukan pada Minggu, 26 Oktober 2025. Kali ini 8 Kepala Keluarga (KK) dengan total 28 jiwa asal Kampung Barengkok, Desa Sukatani, akan menempati rumah kontrakan di kampung Bunian, yang masih satu desa dengan rumah asal mereka.
Sebelum di relokasi, sebanyak 28 jiwa diperiksa dulu kesehatannya di Puskesmas Cikande, Kabupaten Serang, Banten, pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
"Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami pastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman dan kebutuhan dasar warga terpenuhi di lokasi relokasi," ujar Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, Senin, 27 Oktober 2025.
Fasilitas yang di dapat warga selama di tempat relokasi berupa kasur, alat masak, peralatan shalat, hingga uang saku dari pemerintah.
Ilustrasi Paparan Radioaktif.
- Viva
Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko yang dibela humoris dan lucu juga memberikan bantuan berupa pakaian hingga sembako, untuk bekal mereka beberapa hari kedepan di tempat relokasi.
"Fasilitas ini disediakan agar warga dapat beristirahat dengan tenang sambil menunggu kondisi lingkungan asal mereka dinyatakan aman," tuturnya.
Relokasi gelombang pertama sudah dilakukan pada Rabu, 22 Oktober 2025. Sebanyak 19 KK dengan total 64 jiwa terdampak Radioaktif Cesium 137 juga mendapat perlakukan yang sama.
Mereka berasal dari Kampung Barengkok, yang direlokasi ke kontrakan di Kampung Sukarame, Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, pada
Pada relokasi gelombang pertama itu, Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko juga menyempatkan diri menemui mereka di rumah kontrakan, agar tidak khawatir dan tetap tenang.
Relokasi Warga Terdampak Cesium 137 di Puskesmas Cikande.
- Yandi/BantenViva
"Semua pihak bekerja bersama demi menjamin hak-hak masyarakat dan memulihkan kondisi sosial secara berkelanjutan," ucapnya.