Mengapa Di Satu Kecamatan Tak Ada Kantor Bank?
- Taufik Hidayat/Viva Banten
Ada pula aspek keamanan yang turut dipertimbangkan. Wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi sering kali belum masuk dalam prioritas ekspansi perbankan. Faktor ini berkaitan langsung dengan keselamatan petugas, perlindungan aset, serta keberlangsungan operasional.
Namun, di tengah semua alasan tersebut, dampaknya tetap dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketiadaan fasilitas perbankan membuat akses terhadap layanan keuangan menjadi terbatas. Proses transaksi menjadi lebih rumit, pelaku usaha kesulitan dalam mengelola keuangan, dan masyarakat umum harus menempuh jarak yang jauh untuk kebutuhan sederhana seperti menarik uang tunai atau menyetorkan dana.
Dalam konteks ini, peran pimpinan daerah sangat krusial. Kepala daerah tidak hanya berfungsi sebagai pengelola wilayah, tetapi juga sebagai fasilitator investasi, termasuk dalam mendorong kehadiran sektor keuangan.
Melalui pendekatan proaktif kepada pihak perbankan, penyediaan lahan strategis, kemudahan perizinan, serta jaminan keamanan dan dukungan infrastruktur, pimpinan daerah dapat menjadi jembatan yang membuka jalan bagi masuknya layanan perbankan ke wilayah yang selama ini terabaikan. Inisiatif seperti audiensi dengan pihak bank, penyusunan data potensi ekonomi lokal, serta penguatan UMKM bisa menjadi daya tarik tersendiri agar bank lebih percaya diri untuk membuka layanan.
Akses terhadap layanan keuangan bukanlah bentuk kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. Keberadaan bank bukan hanya untuk menyediakan ATM atau tempat menyimpan uang, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi masyarakat menuju literasi keuangan yang lebih baik dan peluang ekonomi yang lebih luas. Karena itu, koordinasi antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar pembangunan ekonomi berjalan lebih inklusif dan merata.
Cerita ringan yang muncul dalam pertemuan dengan pimpinan cabang bank hari itu mungkin tampak sederhana, namun menyimpan pesan penting. Di balik dompet kosong dan tangki BBM yang hampir kering, tersimpan kenyataan bahwa masih ada wilayah-wilayah yang belum tersentuh layanan perbankan.
Sudah selayaknya, kebutuhan tersebut segera dijawab dengan tindakan nyata, baik oleh sektor perbankan maupun oleh para pengambil kebijakan di tingkat daerah.
*) Opini ini ditulis oleh M. Ishom el-Saha, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.