Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Totalnya 433 Miliar Dollar

Ilustrasi pinjem uang
Sumber :
  • Pixabay

VivaBanten – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik, totalnya mencapai 433 miliar dollar pada kuartal II-2025 atau secara tahunan tumbuh 6,1 persen year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2025 sebesar 6,4 persen (yoy).

img_title Hadiri Enlit Asia 2026 di Tangerang, Menteri Bahlil Bahas PLTS 100 GW

Kenaikan itu dipengaruhi oleh ULN swasta yang terus terkontraksi pertumbuhannya dari sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa, kenaikan ULN juga dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik.

img_title Yandri Susanto Boyong Pejabat Eselon I ke Wisuda UIN Banten, Ajak 750 Lulusan Jadi Penggerak Kemajuan Desa

ULN yang masuk kedalam APBN juga dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi perekonomian nasional dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan pengelolaan ULN.

"ULN pemerintah tetap terjaga. Posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2025 sebesar US$210,1 miliar, atau tumbuh sebesar 10,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I-2025 sebesar 7,6 persen (yoy),” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, ditulis Minggu, 17 Agustus 2025.

img_title Cara Tangsel Tangani Polusi Udara Hingga Ekosistem Kendaraan Listrik untuk Masa Depan

Utang luar negeri Indonesia juga dimanfaatkan untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, sebesar 22,3 persen dari total ULN pemerintah, kemudian administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 19,0 persen, selanjutnya Jasa Pendidikan 16,4 persen, Konstruksi 11,9 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,6 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Photo :
  • Viva

Sementara itu, ULN swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan. Pada triwulan II-2025, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$194,9 miliar, atau mengalami kontraksi sebesar 0,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi 1,0 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Perkembangan tersebut bersumber dari ULN perusahaan bukan lembaga keuangan atau nonfinancial corporations, yang terkontraksi 1,4 persen (yoy) di tengah ULN lembaga keuangan atau financial corporations yang tumbuh 2,3 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan; Jasa Keuangan dan Asuransi; Pengadaan Listrik dan Gas; serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 80,5 persen dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,7 persen terhadap total ULN swasta.

"Struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat 30,5 persen pada triwulan II 2025, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan I 2025 yang mencapai 30,7 persen, serta didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 85,0 persen dari total ULN,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title