5 Gangguan Pembuluh Darah Terdeteksi Melalui Metode DSA
- Sherly/viva
VIVA Banten - DSA atau Digital Substraction Angiography menjadinsalah satu metode untuk mendeteksi adanya gangguan pembuluh darah pada otak.
Metode ini juga digunakan untuk mengantisipasi kondisi stroke yang kian parah.
Dalam penerapannya, setiap pasien akan dilakukan proses pemeriksaan dan mempelihatkan kondisi pembuluh darah yang mengalami kerusakan.
"Pemeriksaan DSA memberikan informasi yang sangat detail terkai kondisi pembuluh darah. Hal ini sangat membantu kamu dalam merencanakan terapi serbaik baik untuk tindakan pencegahan maupun penanganan," kata Dr. dr. Harsan, Sp. BS, K, M. Kes. Dokter Spesial Bedan Saraf Sub Spesialis Bedah Saraf Neurovaskular di Siloam Hospitals Lippo Village.
DSA tidak hanya digunakan pada pasien yang mengalami stroke, namun terdapat beberapa kondisi lainnya, yang bisa dilakukan pada pasien dengan beberapa gangguan.
"Jadi, DSA ini bisa juga dilakukan pada pasien dengan gangguan sakit kepala hebat dan pusing berulang. Lalu, gangguan bicara atau adanya pelemahan pada salah satu sisi tubuh, kelainan pembuluh darah, hingga kelainan vaskular otak," jelasnya.
Metode ini disarankan untuk pasien dengan gangguan tersebut karena memiki akurasi tinggi, dan juga mengusung pendekatan minimal invasif.
"Prosedur dilakukan dengan sayatan kecil sehingga risiko komplikasi lebih rendah, pemulihan lebih cepat, serta masa rawat inap lebih singkat," ujarnya.
Sehingga, pendekatan minimal invasif memberikan banyak keuntungan bagi pasien.
"Mereka dapat pulih lebih cepat, mengalami lebih sedikit nyeri pasca prosedur, serta kembali ke aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup yang lebih baik," ungkapnya.