Merayakan Hari Ibu, Siloam Hospitals Bagikan Tips Melahirkan Nyaman dan Tenang

Para pembicara seminar "Persalinan Nyaman di Setiap Langkah"
Sumber :
  • Sherly/viva

VIVA Banten - Mendekati masa persalinan, para calon ibu merasakan antisuas yang tinggi untuk menanti sang buat hati. Namun, rasa kekhawatiran masih kerap menganggu terutama pada proses kelahiran tersebut.

img_title Risiko Kematian Signifikan, Siloam Hospitals Perkuat Kapabilitas Penanganan Aorta

Alhasil, tidak sedikit calon ibu yang panik saat persalinan berlangsung. Sehingga, membuat masa-masa tersebut kurang nyaman.

dr. Julita D.L Nainggolan, Sp. OG, mengatakan, untuk bisa nyaman dan tenang saat menghadapi proses persalinan, setiap calon ibu harus mendapatkan dukungan yang maksimal dari pasangan, keluarga dan lingkungan sekitar.

img_title Siloam Hospitals Raih Sertifikasi Clinical Care Program Stroke dari JCI

"Intinya support dulu, adanya dukungan, itu penting membuat nyaman si ibu menghadapi persalinannya," kata dia dalam seminar "Menuju Hari Ibu : Persalinan Nyaman di Setiap Langkah" di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang.

Kemudian, adanya proses membangun hubungan emosional yang erat dan kuat antara calon ibu dan dokter kandungan. Hal ini, agar ibu percaya dan nyaman dalam menghadapi persalinannya.

img_title Siloam Hospitals Lippo Village Ajak Masyarakat Waspadai Stroke Lewat Deteksi Dini

"Terus hal yang penting juga adalah bonding atau adanya hubungan emosional antara si calon ibu, dengan dokternya. Makanya, gak heran juga terkadang ada pasien yang gonta-ganti dokter, karena dia ingin ada rasa nyaman itu, dan itu penting apalagi nanti saat proses jelang persalinan," ujarnya.

Proses persalinan yang nyaman dan tenang pun juga dilakukan dengan rutin melakukan kontrol kehamilan, sehingga ada proses skrining bagi ibu dan bayi untuk menentukan proses kelahiran.

"Rajin kontrol juga, selain untuk bonding dengan dokternya, kita juga bisa skrining seperti apa nanti yang harus dilakukan, harus dihindari, sehingga si ibu bisa lebih bisa mempersiapkan diri dan banyak tahu. Jadi, dari awal itu si ibu percaya diri dengan kehamilannya, dia tahu apa yang harus dilakukan dan disiapkan, jadi lebih tenang," jelasnya.

dr. Julita juga menegaskan, proses USG sangat aman bagi ibu dan juga bayi, terutama untuk menghadapi persalinan. Bahkan, ketika kandungan masuk di trimester 3, para ibu diminta untuk USG lebih sering bisa dua minggu atau seminggu sekali.

"USG itu aman ya, aman sekali, jadi tidak berbahaya. Bahkan, dari termester pertama sudah harus, karena untuk tahu ada bedapa kantung di dalam rahim, apakah hamil anggur istilahnya atau tidak. Lalu, ada juga yang beranggapan, kalau tidak ada keluhan tidak perlu USG, ya jangan juga, karena dengan USG ini kita bisa tahu kondisi janin dalam rahim, terlebih kalau yang ada indikasi,"

Halaman Selanjutnya
img_title