Jauh dari Target, Program MBG di Jawa Barat Perlu Percepatan Dapur Sekolah

Dapur MBG Banjarsari Cipocok Jaya
Sumber :
  • Instagram @badangizinasional.ri

VIVA BANTEN -Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat dinilai masih jauh dari harapan, meskipun pemerintah provinsi mengklaim progres pembangunan ribuan dapur telah berjalan. 

img_title Sekolah di Tangerang Terapkan PJJ Akibat Sebaran Abu Vulkanik, Distribusi MBG Dialihkan ke Pondok Pesantren

Dua hasil survei terbaru menunjukkan sejumlah masalah di lapangan, bahkan menemukan banyak siswa yang belum tersentuh dan tidak mengetahui adanya program tersebut.

Temuan paling signifikan datang dari survei Mahardhika Media di enam kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk Bogor, Sukabumi, dan Cirebon. Hasilnya menunjukkan program ini belum merata.

img_title Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Tangerang Tetap Tatap Muka : Pelajar Wajib Pakai Masker

"Rata-rata sekolah-sekolah di Jawa Barat banyak yang belum mendapat program MBG. Bahkan para murid tidak tahu kalau ada program makan bergizi," kata Adi Wibowo, Manajer Program Mahardhika Media, di Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Temuan ini diperkuat oleh hasil pengawasan Public Policy Watch (PPW) yang dilakukan sejak Februari hingga Agustus 2025. 

img_title Waspada Dampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Sekolah di Kota Serang Terapkan PJJ

Direktur Eksekutif PPW, Azaz Fauzan, mengungkapkan bahwa meskipun 92% dapur yang sudah ada memenuhi standar kebersihan, masih ditemukan masalah operasional.

Menurut data PPW, 13% dapur masih mengalami keterlambatan pengiriman, terutama di daerah terpencil. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan SDM terlatih serta lemahnya sistem pelaporan.

Temuan-temuan ini kontras dengan data pemerintah. Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menyatakan bahwa dari target 4.600 dapur MBG, sebanyak 4.000 unit di antaranya sudah mulai dikerjakan.

Menanggapi lambatnya realisasi program secara nasional, Chairman Mubarok Institute, Fadhil As Mubarok, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan. 

Menurutnya, target nasional 30.000 dapur pada tahun 2025 masih sangat jauh dari pencapaian.

"Presiden Prabowo perlu bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini," tegas Fadhil. 

Ia mengusulkan beberapa solusi, di antaranya mobilisasi dana darurat, kolaborasi dengan sektor swasta, serta penyederhanaan birokrasi agar pembangunan dapur bisa dipercepat.