Analisa Gempa Bayah, BMKG: Cerminan Gempa Megathrust

Gempa Bayah Lebak, Banten.
Sumber :
  • Istimewa

Banten.Viva.co.id - BMKG menganalisa penyebab gempa bumi yang berada di Samudera Hindia Selatan atau berjarak sekitar 96 Km arah Barat Daya Bayah, Banten, pada kedalaman 43 km. Hasil analisa, gempa tersebut cerminan dari gempa megathrust.

Gempa Bumi Merusak Banten dan Jawa Barat Pernah Terjadi Pada 27 Februari 1903

Gempa bumi berkekuatan 5,7magnitudo itu terjadi pada Minggu malam, 25 Februari 2024, sekitar pukul 20.07 wib, dengan episenter pada koordinat 7,63° LS ; 105,74° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 Km arah Barat Daya Bayah, Banten pada kedalaman 43 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempang Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia di selatan Banten.

Ada 46 Gempa Bayah Susulan di Samudra Hindia

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang merupakan cerminan gempa megathrust," ujar Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Minggu, 25 Februari 2024.

Usai 21 Gempa Bayah Susulan, Muncul Tujuh Gempa Lagi

Hasil pemodelan menunjukkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 20.30 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). 

Gempa bayah terasa di daerah Surade dengan skala intensitas IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi).

Halaman Selanjutnya
img_title