Logika di Balik Birahi

Rektor UIN SMH Banten, Prof Muhammad Ishom
Sumber :
  • Taufik Hidayat/Viva Banten

 

Dalam ajaran Islam, manusia diminta untuk mengelola birahi melalui pernikahan, menjaga pandangan, dan mengendalikan hawa nafsu. Hal ini menunjukkan bahwa agama tidak menolak birahi, melainkan mengarahkannya agar tetap berada dalam jalan yang benar.

 

Di sisi lain, keberadaan birahi juga mengajarkan manusia tentang keseimbangan. Manusia bukan malaikat yang tidak memiliki nafsu, tetapi juga bukan makhluk yang hanya mengikuti dorongan insting. Manusia diberi akal untuk menimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Dari sinilah lahir tanggung jawab moral. Ketika seseorang mampu mengendalikan birahinya dengan baik, ia tidak hanya menunjukkan kedewasaan emosional, tetapi juga kecerdasan spiritual.

 

Pada akhirnya, birahi adalah bagian dari tanda kebesaran Allah SWT dalam diri manusia. Ia bukan musuh yang harus dibenci, melainkan amanah yang harus dipahami dan diarahkan. Di balik birahi terdapat logika tentang kenikmatan, keberlangsungan hidup, dan pengendalian diri. Dengan memahami hal ini, manusia dapat melihat bahwa setiap ciptaan Allah SWT selalu mengandung hikmah bagi kehidupan.

 

*) Opini ini ditulis oleh M. Ishom el Saha, Guru Besar dan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten.

 

**) Segala bentuk tanggungjawab atas tulisan tersebut adalah mutlak dari penulis bukan dari Redaksi Viva Banten.