UPH Tangerang Buka Program Pendidikan Spesialis Bedah Syaraf
- Sherly/viva
VIVA Banten - Kebutuhan dokter spesialis terutama pada bedah syaraf yang cukup tinggi, membuat setiap lembaga pendidikan melakukan peningkatan kualitas pada mahasiswanya, terutama di bidang kedokteran.
Kali ini, Universitas Pelita Harapan (UPH) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Bedah Saraf dan mulai menerima mahasiswa angkatan pertama untuk Tahun Akademik 2026/2027 sejak 24 September 2025.
Program ini telah memperoleh izin resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor 796/B/O/2025 tertanggal 8 September 2025.
Kehadiran PPDS Bedah Saraf UPH menjadi langkah strategis Fakultas Kedokteran (FK) UPH untuk menjawab kebutuhan mendesak tenaga medis spesialis di Tanah Air.
Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K)., M.Kes., IFAANS., Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Bedah Saraf UPH, menegaskan bahwa inisiatif FK UPH ini selain untuk membuka akses yang lebih luas bagi pendidikan dokter spesialis, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih bermutu bagi masyarakat.
“Kami memiliki visi untuk melahirkan dokter spesialis bedah saraf yang unggul di bidang neuro-onkologi, inovatif, berkarakter, serta aktif dalam penelitian dan pelayanan masyarakat. Kehadiran PPDS ini diharapkan dapat mempercepat tercapainya rasio ideal jumlah dokter spesialis bedah saraf di Indonesia,” katanya, Senin, 13 Oktober 2025.
PPDS Bedah Saraf FK UPH dirancang memiliki keunggulan pada neuro-onkologi terintegrasi. Bidang ini berfokus pada diagnosis dan penanganan tumor otak, sumsum tulang belakang, serta berbagai gangguan neurologis yang berhubungan dengan kanker.
Belum lagi, didukungan penuh dari jaringan Medical Sciences Group (MSG) yang mencakup Siloam Hospitals Group, College of Health Sciences UPH (Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Psikologi, Farmasi, Bioteknologi, Teknologi Laboratorium Medis UPH), Fakultas Keperawatan UPH, Mochtar Riady of Institute for Nanotechnology (MRIN), serta Rumah Sakit Siloam Lippo Village sebagai rumah sakit pendidikan utama yang menaungi program ini.
"Dukungan ini semakin diperkuat dengan kehadiran rumah sakit rujukan nasional, seperti MRCCC, SHKJ, RS Dharmais, RS PON, hingga RSUD Tangerang, yang menjadi bagian dari jejaring rumah sakit pendidikan. Dukungan penuh ini menjadikan PPDS Bedah Saraf FK UPH unggul dalam menggabungkan aspek akademik, penelitian, dan praktik klinis profesional bagi para calon spesialis," ujarnya.