Polda Jabar Gelar Pelatihan AI, Ajak Pelajar dan Masyarakat Lawan Hoax dan Kejahatan Digital
- Yandi.
Mereka pada umumnya sudah bisa menggunakan kecerdasan buatan secara otodidak. Polri sendiri menargetkan 10 juta pelajar tingkat SMA sederajat bisa mendapat pelatihan tersebut.
Ratusan Peserta Pelatihan Kecerdasan Buatan di Polda Jabar.
- Yandi.
Penggunaan AI juga harus bijak dan bertanggung jawab, agar tidak membuat bising dunia maya, seperti menimbulkan bias kelas sosial, bias gender hingga bias prasangka.
Jika kecerdasan buatan digunakan dengan bijak, benar dan bertanggung jawab, akan membantu dalam membuat keputusan, diskusi kelompok hingga membantu akademik.
"Media arus utama sudah banyak yang menyediakan check fakta, namun informasi hoax maupun deep fake, terutama yang menggunakan AI terus mengalir di dunia maya," jelasnya.
Mantan Kapolres Serang 2024-2026, setidaknya Polri memiliki empat tantangan dalam adaptasi teknologi, seperti Volatility, yakni perubahan situasi dilapangan yang terjadi sangat cepat. Kemudian Uncertainty, informasi dan kondisi keamanan semakin sulit diprediksi. Selanjutnya Complexity, permasalahan masyarakat saling terhubung dan rumit. Hingga Ambiguity, yakni arus informasi melimpah, namun tidak selalu jelas dan benar.
"Harapannya, adik-adik kita nanti bisa lebih memahami apa itu informasi hoax hingga deep fake, serta menggunakan AI lebih bertanggung jawab," tuturnya.
Lalu mengapa pelatihan AI ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat? Karena bisa mengubah setumpuk data menjadi mudah dibaca dan dipahami. Dimana, informasi dari masyarakat, data lapangan, hingga data digital bisa diolah menggunakan mesin AI.
Data yang dihasilkan akan diolah sebagai deteksi dini kejahatan, pemetaan kerawanan, analisis, respon, hingga evaluasi.
Nantinya personel Polda Jabar berperan sebagai pemberi wawasan, pembimbing hingga penjaga, agar penggunaan AI tetap menjunjung tinggi tanggung jawab, etika dan aman.
"Melek AI berarti kerja lebih cerdas, respon lebih cepat, harkamtibmas lebih terjaga dengan baik. Tentunya ini sesuai dengan visi misi Pak Kapolda, yakni Jaga Rawat Jawa Barat," jelasnya.