Hari Ini Bumi Berputar Lebih Cepat dari Biasanya, Berikut Dampaknya Bagi Kehidupan

Ilustrasi gempa bumi
Sumber :
  • Pixabay

VivaBanten – Hari ini, Selasa, 05 Agustus 2025, bumi kita berputar lebih cepat dari biasanya. Lalu, apa dampaknya bagi manusia dan kehidupan di bumi?

img_title Leony Kaget Diminta Membayar BPHTB saat Urus Rumah Warisan, Pengamat : Tarif Diatur Undang-undang HKPD

Penyebab putaran bumi makin cepat belum diketahui secara pasti dalam masih dalam penelitian.

Namun dalam sejarahnya, bumi berputar makin cepat. Penyebabnya pun masih didiga disebabkan banyak faktor, seperti jarak dengan bulan, kondisi air laut hingga pergeseran di dalam bumi sendiri.

img_title Gorontalo di Guncang Gempa Bumi Berkekuatan 5,3 Magnitudo, Tidak Berpotensi Tsunami

Bumi berputar lebih cepat terjadi pada Juli hingga Agustus 2025 ini. Namun, perputaran bumi paling cepat akan terjadi tepat hari ini, Selasa, 05 Agustus 2025.

Para ilmuwan memprediksi pada 05 Agustus 2025 akan menjadi salah satu hari terpendek dalam sejarah modern, dengan durasi lebih cepat 1,51 milidetik dari panjang hari normal 24 jam.

img_title Jawaban Siapa yang Lebih Dulu Ada, Ayam Atau Telur

Jam Tangan Apple Watch Ultra 2

Photo :
  • Techradar

Sekilas terdengar sepele, namun bagi dunia sains dan teknologi, perubahan sekecil ini bisa menimbulkan efek domino. Sistem navigasi seperti GPS sangat bergantung pada pengukuran waktu yang presisi dan bahkan, kesalahan sepersekian detik dapat berdampak besar pada akurasi lokasi.

"Fenomena ini terus dipantau menggunakan jam atom, alat ultra presisi yang dapat mencatat perubahan waktu sekecil apapun," ujar Profesor astronomi dan astrofisika, Christopher Palma, ditulis Selasa, 05 Agustus 2025.

la menegaskan bahwa rotasi Bumi yang semakin cepat bisa jadi disebabkan oleh sejumlah faktor, termasuk pencairan gletser, pergeseran massa inti Bumi yang cair, atau dampak gempa bumi besar.

Menariknya, tren ini bertolak belakang dengan pola sebelumnya, di mana rotasi Bumi cenderung melambat dan mengharuskan penambahan "detik kabisat".

Jika percepatan rotasi bumi terus berlanjut, dunia untuk pertama kalinya mungkin harus mempertimbangkan "pengurangan detik" demi menjaga sinkronisasi waktu global.

Langkah awal yang perlu dilakukan saat akan melakukan penelitian

Photo :
  • -

Pertanyaan besarnya kini adalah: seberapa siap sistem teknologi dan komunikasi global dalam menghadapi perubahan alami yang tidak terduga ini?

Di tengah ketergantungan manusia pada akurasi waktu, para ilmuwan mulai mendorong pemikiran akan sistem penanggalan dan waktu yang lebih adaptif terhadap dinamika bumi.