iOS 26 Hadirkan Fitur Adaptive Power Ada Baterai iPhone Lebih Tahan Lama, Tapi Kinerja Bisa Turun
- Unsplash/Lasse Jensen
VIVA BANTEN – Apple resmi meluncurkan iOS 26, sistem operasi terbaru yang membawa sejumlah pembaruan, termasuk fitur Adaptive Power.
Teknologi ini dirancang untuk memperpanjang umur baterai iPhone dengan cara mengatur penggunaan daya secara cerdas.
Namun, pengguna harus bersiap dengan kompromi, kinerja perangkat bisa menurun saat fitur ini aktif.
Fitur ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menyeimbangkan antara daya tahan dan performa.
Apple belum merinci secara teknis bagaimana sistem ini bekerja, tetapi tujuannya jelas: memaksimalkan baterai tanpa perlu menambah kapasitas fisik.
Apple tampaknya menyadari bahwa baterai kecil bisa menjadi masalah, terutama untuk perangkat tipis seperti iPhone 17 Air yang dikabarkan hanya memiliki baterai 2.800mAh.
Sebagai perbandingan, iPhone 16 menggunakan baterai 3.561mAh.
Adaptive Power hadir sebagai solusi. Dengan bantuan AI, sistem akan mempelajari pola penggunaan pengguna dan mengurangi konsumsi daya di latar belakang atau saat perangkat tidak aktif.
Namun, efisiensi ini datang dengan konsekuensi. Saat fitur aktif, pengguna mungkin merasakan penurunan respons aplikasi, lambatnya multitasking, atau berkurangnya kecepatan animasi.
Apple belum mengungkap secara rinci sejauh mana pengurangan performa terjadi, tapi ini adalah trade-off yang perlu diperhatikan.
Langkah Apple ini muncul di tengah persaingan ketat antar produsen smartphone, terutama dalam hal daya tahan baterai.
Misalnya, Samsung Galaxy S25 Edge hadir dengan desain tipis hanya 5,8 mm tapi tetap mengemas baterai 3.900mAh.
Sementara banyak ponsel Android asal Tiongkok sudah menggunakan baterai silikon-karbon 6.000mAh ke atas, Apple belum mengikuti tren ini.
Apple lebih mengandalkan integrasi ketat antara perangkat keras dan perangkat lunak untuk mencapai efisiensi daya. Fitur Adaptive Power adalah bagian dari strategi tersebut.
Fitur ini kemungkinan besar akan menjadi sorotan di iPhone 17 series, terutama model Air yang dikenal ultra-tipis.
Dengan ruang terbatas untuk baterai, pengelolaan daya berbasis AI menjadi sangat penting agar pengguna tetap mendapat pengalaman penggunaan seharian tanpa harus sering mengecas.
Apple mungkin akan menyematkan fitur ini sebagai standar di semua model iPhone 17. Selain itu, jika terbukti efektif, teknologi ini bisa merambah ke perangkat lain seperti iPad dan MacBook.