Ikuti Jejak Apple, Xiaomi Siap Bikin Gebrakan, HyperOS 26 Bakal Gantikan HyperOS 3, Begini Skemanya

Xiaomi HyperOS
Sumber :
  • GSM Arena

VIVA BANTEN Xiaomi siap mengikuti tren baru di dunia teknologi dengan mengubah penamaan sistem operasinya. 

img_title Xiaomi Pad 8 Pro Resmi Meluncur, Tablet Tipis Super Kencang dengan Layar 144Hz dan Chip Snapdragon 8 Elite

Tahun ini, perusahaan asal Tiongkok tersebut kabarnya tidak akan merilis HyperOS 3, melainkan langsung melompat ke HyperOS 26. 

Langkah ini mengikuti jejak Apple yang disebut-sebut akan memperkenalkan iOS 26, macOS 26, dan sistem lain sesuai tahun rilis.

img_title Game Bertemakan Kemerdekaan di Smartphone Kamu, Wajib di Coba Karena Seru

Strategi penamaan ini dinilai bakal memudahkan pengguna melacak siklus rilis dan update sistem. 

Skema baru ini memungkinkan pengguna langsung tahu kapan perangkatnya diperbarui, tanpa harus menebak-nebak versi berapa yang paling baru. 

img_title iPhone 17 Pro Naik Kelas, Hadir dengan Memori 256GB, Harga Tembus Rp800 Ribu Lebih Mahal

Jika benar, HyperOS 26 akan hadir berbasis Android 16 sekitar Oktober atau November tahun ini.

Namun, strategi penamaan berbasis tahun kalender juga membawa tantangan bagi Xiaomi. 

Dengan nama yang mengikuti tahun, perusahaan harus disiplin dan konsisten merilis update tepat waktu. 

Jika terjadi penundaan, nama HyperOS 26 bisa jadi terasa usang bahkan sebelum menyapa konsumen.

Sampai saat ini, Xiaomi belum mengumumkan secara resmi perubahan skema penamaan tersebut. 

Meski begitu, beberapa sumber industri mengonfirmasi bahwa Xiaomi sudah mulai menyiapkan HyperOS 26, menggantikan HyperOS 3 yang awalnya direncanakan. 

Beberapa perangkat, terutama lini Redmi dan POCO, bahkan sudah masuk dalam daftar perangkat yang akan menerima update sistem baru.

Tren penamaan OS sesuai tahun kalender memang sedang naik daun setelah kabar Apple yang akan melakukan hal serupa di lini iPhone, iPad, dan Mac. 

Apple ingin menyederhanakan penamaan agar konsumen tidak bingung dengan versi-versi sebelumnya, serta memudahkan pemasaran global.

Bagi pengguna, perubahan ini tentu membawa keuntungan. Mereka akan lebih mudah memahami kapan perangkat mereka menerima pembaruan, serta memantau timeline dukungan resmi dari pabrikan. 

Tidak perlu lagi mencari-cari informasi versi OS secara manual, cukup cek tahun di belakang nama sistem operasi.

Namun, bagi Xiaomi sendiri, strategi ini juga berisiko. Perusahaan harus siap menghadapi tuntutan pasar untuk tetap konsisten merilis update setiap tahun. 

Jika gagal memenuhi jadwal, konsumen bisa kecewa dan meragukan komitmen Xiaomi dalam memberikan dukungan jangka panjang.

Perubahan ini bisa menjadi langkah besar bagi Xiaomi dalam memperkuat brand di pasar global. 

Halaman Selanjutnya
img_title