Bisa Dapat Dua Pahala Sekaligus? Ini Hukum Gabung Qadha Ramadhan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Hukum Gabung Qadha Ramadhan dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Sumber :
  • Freepik

VIVA BANTEN – Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk menjalankan dua puasa sunnah penting, puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah. 

img_title Syahriyahan MWCNU Cipocok Jaya Dipadati Ratusan Jamaah, NU Tegaskan Benteng Akidah dan Penjaga NKRI

Di tahun 2025 ini, Tarwiyah jatuh pada Rabu, 4 Juni, dan Arafah pada Kamis, 5 Juni. Namun, muncul pertanyaan yang sering dilontarkan umat: bolehkah menggabungkan puasa sunnah tersebut dengan qadha puasa Ramadhan yang belum ditunaikan?

Pertanyaan ini dijawab langsung Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam artikelnya, ia menegaskan bahwa menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Tarwiyah maupun Arafah diperbolehkan dan sah secara hukum.

img_title Ribuan Pekerja SPPG Geruduk Kantor Bupati Tangerang Tuntut Payung Hukum Soal Program MBG

“Qadha puasanya tetap sah. Dan orang yang melakukannya tetap mendapatkan keutamaan puasa Arafah,” ujar Ustadz Alhafiz dalam artikelnya yang dikutip dari NU Online pada Kamis, 5 Juni 2025.

Landasan Hukum dari Ulama Klasik

img_title DNA dan Masa Depan Pembuktian Hukum di Indonesia

Pendapat ini tidak berdiri sendiri. Ustadz Alhafiz merujuk pada keterangan dari ulama besar Syekh Zakariya Al-Anshari dalam kitab Asnal Mathalib. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang berpuasa qadha atau nazar pada hari Asyura tetap akan mendapat pahala puasa sunnah Asyura.

Hal ini didukung pula oleh sejumlah ulama seperti Al-Barizi, Al-Ushfuwani, Al-Faqih Abdullah An-Nasyiri, hingga Al-Faqih Ali bin Ibrahim bin Shalih Al-Hadhrami. 

Mereka sepakat bahwa keutamaan puasa sunnah tetap berlaku meskipun niat utamanya adalah puasa wajib seperti qadha atau nazar.

Sayyid Bakri: Niat Qadha Tak Hilangkan Keutamaan Sunnah

Sayyid Bakri dalam kitab I‘anatut Thalibin juga menyampaikan hal serupa. 

Menurutnya, orang yang berpuasa di hari-hari istimewa seperti Arafah atau Tarwiyah tetap memperoleh keutamaannya, walaupun niat puasanya bukan karena sunnah melainkan qadha.

“Dalam kitab Al-Kurdi, serta Asnal Mathalib dan karya ulama lain seperti Al-Khatib As-Syarbini, Syekh Sulaiman Al-Jamal, dan Syekh Ar-Ramli juga ditegaskan bahwa keutamaan hari tetap melekat, meskipun niat puasa yang dilakukan berbeda,” tulis Ustadz Alhafiz mengutip pandangan para ulama tersebut.

Dengan kata lain, puasa pada hari yang dianjurkan tetap berbuah pahala tambahan, meskipun diniatkan untuk mengganti kewajiban puasa Ramadhan.

Halaman Selanjutnya
img_title