Cukup Dibawakan 5 Menit, Ini Kultum Ramadhan Singkat Tema Sedekah di Bulan Ramadhan
- Pixabay/Muhammedweb
Banten.viva.co.id–Berikut ini adalah kultum Ramadhan singkat dengan tema sedekah di bulan Ramadhan.
Kultum Ramadhan singkat ini cukup dibawakan 5 menit saja, sehingga jamaah bisa fokus pada isi yang disampaikan.
Kultum atau Kuliah Tujuh Menit adalah metode dakwah ceramah yang dibawakan secara singkat dan bisanya ada di bulan Ramadhan.
Langsung saja simak berikut ini adalah pembahasan lengkap kultum Ramadhan singkat tentang sedekah.
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT dengan telah diberikan nikmat yang luar biasa.
Shalawat dan Salam mudah-mudahan terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, kepada keluarganya, para Sahabatnya, dan seluruh pengikutnya.
Saudara-saudara yang dimuliakan Allah SWT
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita semuanya untuk memperbanyak ibadah, memperbanyak amal.
Karenanya Rasulullah SAW memberikan contoh kepada kita semua berbagai macam bentuk ibadah, di antara ibadah tersebut adalah memperbanyak bersedekah, memperbanyak berinfak di jalan Allah SWT.
Sedekah itu memiliki makna yang luas, makna sedekah yang luas itu dicakup dalam hadits Nabi SAW:
وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ
“Engkau membantu seseorang dalam hal kendaraanya, engkau membantu orang tersebut naik ke atas kendaraanya atau mengangkatkan barang-barangnya ke atasnya adalah sedekah. Perkataan yang baik adalah sedekah.” (HR. Bukhari-Muslim)
تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. At-Tirmidzi)
Maka sedekah memiliki makna yang luas, makna yang umum, dimana seluruh kebaikan yang kita berikan kepada orang lain itu masuk ke dalam makna sedekah.
Sedangkan makna sedekah yang kedua, adalah sedekah dalam makna yang khusus, yaitu memberikan apa yang kita miliki untuk orang lain.
Kemudian memberikan harta yang kita miliki untuk saudara-saudara kita, maka itu masuk ke dalam makna sedekah yang lebih khusus.
Di mana makna sedekah yang khusus ini lebih ditekankan kepada perkara, yang mana kita diperintahkan, untuk menjauhkan diri dari sifat bakhil. Allah SWT berfirman dalam surat al-Hasyr ayat 96 :
وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”