Mengulik Mitos Sembilan Kolam di Pemandian Citaman Pandeglang, Bisa Permudah Punya Jodoh

Mitos Pemandian Citaman Pandeglang Banten
Sumber :
  • Instagram

Kolam ini posisinya di sebalah barat daya dari kolam Cikapangantenan dengan jarak sekitar 6 meter. 

img_title Jadi Penghasil Durian Terbanyak di Banten, Berikut Daftar Kecamatan Penghasil Durian di Pandeglang

Cikapaliasan berasal dari suku kata palias, yang dalam kamus bahasa sunda berarti semoga terhindar dari hal-hal yang tidak baik. Kolam ini dipercaya oleh beberapa orang, siapapun yang mandi dari air kolam ini dia akan terhindar dari marabahaya.

6. Kolam Cikaputrian

img_title Tembus Rp 2,51 Triliun, Ini Daerah Penghasil Ikan Terbanyak di Banten 

Kolam Cikaputrian merupakan kolam yang paling kecil diantara kolam-kolam lainnya yang terdapat di Kawasan Citaman. Kolam ini berukuran 2 m x 2.4 m atau berukuran 4,8 m². Posisinya di sebalah timur laut dari kolam Cikapaliasan dengan jarak sekitar 7 meter. Ketinggian debit air di kolam ini 30 cm dengan kondisi air sangat jernih.

7. Kolam Cikahuripan

img_title RPJPD Pandeglang 2024-2045 Mulai Disusun, Tahapan Baru ke Konsultasi Publik

Cikahuripan dalam bahasa Indonesia berarti air kehidupan). Posisinya berada di sebelah kiri jalan setapak dekat dengan gerbang masuk menuju Situs Citaman. Kondisi air dengan ketinggian debit air rata-rata 60 cm ini terlihat sangat jernih sehingga dasar kolam dapat dilihat langsung.

8. Kolam Cikembangan

Kolam ini berada dalam satu pagar yang sama dengan Kolam Citaman. Dasar kolam di Cikembangan dipenuhi oleh lumut hijau, dengan tinggi debit air rata-rata 28 cm.

Kolam Cikembangan (air kembang) memiliki ukuran kecil, ukurannya 2 meter x 4,35 meter atau 8,7 m². Posisinya berjarak 4 meter sebelah barat daya kolam Cikahuripan dan berbatasan langsung dengan kolam Citaman. 

9. Kolam Citaman

Kolam ini memiliki ukuran luas keseluruhan 941,58 m² dan merupakan kolam yang memiliki ukuran paling luas di antara delapan kolam lainnya yang terdapat di kompleks ini. 

Kolam Citaman terbagi menjadi dua bagian dan di pisahklan oleh batuan andesit berukuran kecil sebagai penyekatnya yang difungsikan juga sebagai jalan akses pengunjung.

Menurut penuturan masyarakat setempat, satu bagian digunakan untuk kaum laki-laki dan satu bagian lagi untuk kaum perempuan. Untuk lebih lengkapnya bisa diakses DISINI