Jejak Pelarian Cina Benteng Melahirkan Kedaung Wetan, Sejarah Tersembunyi Tangerang yang Jarang Diketahui
- Viva.co.id
VIVA BANTEN – Di balik nama Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, tersimpan kisah sejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan etnis Cina Benteng. Wilayah tersebut diyakini menjadi salah satu tempat perlindungan masyarakat Tionghoa yang melarikan diri dari Batavia setelah pecahnya tragedi pada 1740.
Fakta sejarah itu diungkap dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin. Melalui penelusuran tersebut, asal-usul Kedaung Wetan tidak hanya berkaitan dengan kondisi geografis, tetapi juga menyimpan jejak perjuangan masyarakat yang berusaha menyelamatkan diri dari konflik pada masa kolonial.
Burhanudin menjelaskan, tragedi Batavia tahun 1740 memicu perlawanan masyarakat etnis Tionghoa terhadap Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Situasi yang semakin genting membuat banyak warga meninggalkan Batavia untuk menghindari penangkapan, pembantaian, dan ancaman kerja paksa.
"Para pengungsi etnis Cina terpaksa melarikan diri menyusuri aliran Kali Cisadane untuk menyelamatkan diri dari pembantaian dan ancaman kerja paksa di Sri Lanka oleh VOC," tulis Burhanudin dalam bukunya, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.
Perjalanan panjang itu membawa para pengungsi menuju berbagai wilayah di Tangerang yang saat itu masih berupa kawasan pedalaman. Mereka kemudian menetap di sejumlah daerah seperti Mauk, Serpong, Cisoka, Legok, Kampung Melayu, Teluk Naga, hingga Kedaung.
Seiring berjalannya waktu, permukiman tersebut berkembang menjadi komunitas yang kini dikenal sebagai masyarakat Cina Benteng. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam membentuk sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat Tangerang hingga sekarang.
Selain menyimpan kisah sejarah, nama Kedaung Wetan juga berasal dari kondisi alam yang pernah mendominasi kawasan tersebut. Burhanudin menjelaskan bahwa nama "Kedaung" diambil dari pohon kedaung yang dahulu tumbuh dalam jumlah banyak di wilayah itu. Pohon tersebut termasuk tanaman polong-polongan yang mudah ditemukan pada masa lalu.
Sementara itu, kata "Wetan" digunakan sebagai penanda arah timur. Penamaan tersebut berfungsi membedakan wilayah itu dengan kawasan lain yang juga menggunakan nama Kedaung.
Dalam perkembangannya, Kelurahan Kedaung Wetan semula berada di bawah administrasi Kecamatan Batuceper. Namun, setelah Pemerintah Kota Tangerang melakukan pemekaran wilayah pada 2001, daerah tersebut resmi menjadi bagian dari Kecamatan Neglasari.