Murid Madrasah di Depok Ciptakan Pendingin Ruangan Ramah Lingkungan Bernama Hydroshelter
- Istimewa
VivaBanten – Murid Sekolah dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Technonatura Depok menghasilkan karya pendingin ruangan ramah lingkungan. Jika AC menjadi salah satu penghasil gas rumah kaca, maka karya pelajar tersebut ramah dengan alam.
Karya murid dari MI Technonatura Depok disebut Hydroshelter yang mengikuti pameran dan lomba teknologi di UIN Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten, pada Rabu, 10 Juni 2026.
"HydroShelter adalah Inovasi yang dapat mendinginkan rumah 100 persen tanpa AC dan 100 persen menggunakan air," ujar Bayanaca, Siswa Kelas 5 MI Technonatura Depok, Rabu, 10 Juni 2026.
Dalam pertandingan teknologi bertajuk FTIK Vaganza AIROC 2026 juga menghadirkan kompetisi bagi para pendidik, melalui lomba pengembangan media pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI).
Kompetisi ini diperuntukkan bagi SD, SMP, hingga SMA/SMK yang berasal dari wilayah Banten dan Jabodetabek.
Bayanaca, Siswa Kelas 5 MI Technonatura Depok Raih Juara 1.
- Istimewa.
Perangkat HydroShelter akan bekerja ketika mendeteksi suhu rumah diatas 25 derajat. Maka sensor suhu akan mengirim sinyal ke relay sebagai switch di Arduino UNO, yang kemudian mengirim perintah ke pompa dispenser yang menyedot air untuk keatas atap yang menyiram atap, kemudian air masuk kembali ke toren yang telah disediakan filter agar air tetap bersih.
"Hydroshelter melakukan hemat air dari rumah tangga dan sekaligus mendinginkan suhu ruangan rumah tanpa AC," terangnya.
Dengan sistem tersebut, bisa mengurangi resiko elnino dan IOD (Indian Ocean Dipole) di Indonesia yang menyebabkan panas ekstrem dan kesulitan air bersih.
Dimana, penggunaan AC dirumah berpotensi menaikkan suhu bumi karena emisinya memicu cuaca panas ekstrem. Salah satu solusinya penggunaan HydroShelter.
"Ini akan menjadi rumah masa depan, sehingga perlu dikembangkan dengan rumah contoh dan menggunakan IoT," jelasnya.
Bayanaca bersama Malaikha yang merupakan Juara 1 robotik tingkat MI dengan tema SDG's Climate Change itu berharap ada perusahaan swasta maupun pemerintah, bisa membantunya mewujudkan mimpi tersebut.
"Semoga ada yang bisa membantu," harapnya.