Dewi Lin Mantapkan Langkah Bangun Panti Asuhan Modern untuk Anak Rentan
- Istimewa
VivaBanten – Figur publik Dewi Lin kembali mencuri perhatian setelah menyampaikan komitmennya membangun panti asuhan yang diperuntukkan bagi anak-anak kurang beruntung. Ia menegaskan bahwa rencana tersebut bukan sekadar wacana emosional, melainkan proyek jangka panjang yang telah ia pikirkan sejak bertahun-tahun dan kini mulai ia jalankan secara terstruktur.
Dewi menjelaskan bahwa gagasan mendirikan panti asuhan muncul dari pengalamannya berinteraksi dengan anak jalanan dan yatim piatu sejak usia remaja. Pertemuan-pertemuan tersebut, kata Dewi, membekas kuat dan menumbuhkan kesadaran bahwa banyak anak di Indonesia tumbuh tanpa dukungan emosional maupun akses dasar yang layak.
Menurut Dewi, setiap anak berhak atas lingkungan aman, pendidikan yang memadai, serta kesempatan mengembangkan masa depan yang lebih baik.
“Melihat mereka berjuang sendirian membuat saya merasa harus melakukan sesuatu,” ujarnya.
Tidak ingin membangun panti asuhan dengan konsep konvensional, Dewi menyusun model yang lebih komprehensif. Lembaga tersebut nantinya akan dirancang sebagai pusat pembinaan anak yang menekankan aspek pendidikan, kreativitas, dan kesehatan mental.
Komunitas Rotasi Baksos ke Panti Asuhan.
- Viva.co.id/Yandhi
Konsep yang disiapkan meliputi, ruang belajar dan perpustakaan sebagai pusat literasi. Kelas seni dan kreativitas untuk mengembangkan minat dan bakat. Area bermain dan olahraga guna mendukung pertumbuhan fisik. Pendampingan psikologis, terutama bagi anak yang memiliki pengalaman traumatis. Program kemandirian dan pendidikan karakter untuk mempersiapkan transisi menuju usia dewasa.
Dewi menekankan bahwa fasilitas tersebut bertujuan membangun rasa percaya diri dan memberikan pengalaman tumbuh kembang yang lebih utuh.
Dewi mengakui bahwa pembangunan panti asuhan membutuhkan proses panjang, mulai dari perizinan pemerintah, pemenuhan standar perlindungan anak, hingga kesiapan sumber daya manusia.
Namun, ia menyebut sudah mulai melakukan berbagai persiapan, termasuk meningkatkan aktivitas sosial, menjalin komunikasi dengan organisasi kemanusiaan, dan mempelajari regulasi terkait lembaga pengasuhan anak.
“Saya ingin semua proses dilakukan secara profesional dan akuntabel,” tegasnya.
Publik Figur Dewi Lin.
- Istimewa
Rencana tersebut mendapat sambutan luas dari penggemar dan masyarakat. Banyak warganet memberikan dukungan moral bahkan menawarkan bantuan berupa donasi maupun kolaborasi. Sejumlah pihak juga menilai langkah Dewi dapat menjadi contoh positif bagi figur publik lainnya dalam mendorong kesejahteraan anak-anak rentan.