YUK PELAJARI, Ini Kunci Jawaban Geografi Kelas 12 SMA Halaman 50 Kurikulum Merdeka, Klasifikasi Kota
- Buku Geografi kelas 12 Kurikulum Merdeka
VIVA BANTEN – Para siswa, berikut ini merupakan ulasan kunci jawaban untuk mata pelajaran Geografi kelas 12 SMA yang dapat ditemukan di halaman 50 dalam buku Kurikulum Merdeka.
Melalui tugas Geografi ini, siswa diharapkan memahami ciri-ciri tata ruang di wilayah perkotaan serta pola interaksi sosial dan ekonomi yang terjadi di dalamnya. Materi ini juga berguna untuk menganalisis berbagai tantangan dan peluang dalam pengembangan kota.
Dengan memahami hal ini, siswa dapat mengidentifikasi fenomena yang terjadi di kota-kota tempat tinggal mereka maupun kota-kota besar lain di Indonesia.
Merujuk dari buku Geografi kelas 12 Kurikulum Merdeka, bahwa kota metropolitan yang melibatkan wilayah yang luas dan saling terintegrasi, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana urbanisasi dan pertumbuhan kota berjalan di Indonesia.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan kota monosentris, polisentris, metropolitan serta contoh klasifikasi kota di daerah Bandung.
Ayo Berdiskusi
Berdasarkan pusat pelayanannya, di negara kita terdapat kota monosentris, polisentris, dan metropolitan. Diskusikan secara kelompok tentang permasalahan berikut.
1. Bagaimana perbedaan kota yang tergolong monosentris, polisentris, dan metropolitan?
2. Apa klasifikasi kota tempat kalian tinggal atau berdekatan?
Kunci jawaban geografi kelas 12 halaman 50
1. Perbedaan Kota Monosentris, Polisentris, dan Metropolitan
Kota Monosentris merupakan kota yang hanya memiliki satu pusat aktivitas utama (single center). Seluruh fungsi pemerintahan, ekonomi, sosial, dan budaya terpusat pada satu titik atau pusat kota saja.
Struktur ini menyebabkan sebagian besar aktivitas, fasilitas, dan pelayanan terkonsentrasi di pusat tersebut, sedangkan daerah pinggiran cenderung berfungsi sebagai daerah permukiman atau pendukung.
Contoh klasik kota monosentris adalah kota kecil yang pertumbuhan fisiknya masih terkonsentrasi pada pusat kota lama.
Kota Polisentris berbeda dengan monosentris, karena memiliki beberapa pusat aktivitas yang tersebar dalam wilayahnya (multi center).
Setiap pusat ini bisa memiliki fungsi khusus, seperti pusat bisnis, pusat pemerintahan, pusat hiburan, atau pusat industri. Pola ini mendukung distribusi aktivitas yang lebih merata dan mengurangi ketergantungan pada satu titik pusat saja.
Kota yang sudah berkembang pesat dan memiliki beberapa pusat kegiatan disebut polisentris. Pola ini juga mengurangi kemacetan karena aktivitas tersebar.