Menelusuri Jejak Profil Lirboyo di Kediri: Pondok Pesantren Legendaris yang Lahir Sebelum Republik Ini Merdeka
- Viva.co.id/Taufik
Slogan khas MBM berbunyi: “Santri kang durung biso moco lan nulis kudu sekolah” (Santri yang belum bisa membaca dan menulis harus sekolah). Kalimat ini mencerminkan tekad KH. Abdul Karim untuk menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama kehidupan santri.
Mengakar Kuat di Tradisi, Relevan di Era Modern
Meski berbasis tradisi, Lirboyo tak menutup diri dari perkembangan zaman.
Sistem pendidikannya menggabungkan pengajaran klasik dengan kurikulum modern. Santri diajarkan kitab kuning sekaligus dibekali kemampuan dasar literasi dan pengetahuan umum.
Dengan ribuan santri dari seluruh Indonesia, Lirboyo terus mencetak generasi ulama dan tokoh masyarakat yang berperan di berbagai bidang. Pesantren ini menjadi salah satu rujukan utama dalam dunia pesantren salaf di Indonesia.
Pondok Pesantren Lirboyo bukan hanya lembaga pendidikan. Ia adalah simbol perjuangan, pusat peradaban Islam, dan tempat lahirnya pemimpin umat. Dari sebuah desa kecil di Kediri, Lirboyo menjelma menjadi pilar penting dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.