Keluh Kesah Guru TK ke Walikota Cilegon

SMP di Kota Cilegon
Sumber :
  • Istimewa

Banten.Viva.co.id - Ada empat permintaan guru di Kota Cilegon, Banten, ke Walikota, Helldy Agustian. Mereka berharap permintaan itu bisa dituruti, demi kesejahteraan tenaga pendidik.

img_title Pulau Merak Besar Dipilih Jadi Pusat HUT RI ke-81, Ternyata Simpan Sejarah Perang dan Ancaman Besar yang Jarang Diungkap

Keempat aspirasi itu antara lain meminta agar Pemkot Cilegon menaikkan kembali honor dan tunjangan guru, tambahan penghasilan pegawai (TPP) kepala sekolah TK dan SD disamakan, minta setiap sekolah terutama di SD disediakan penjaga sekolah, serta minta hibah lahan untuk sekretariat PGRI.

"Mereka menganalogikan bahwa doa dan harapan itu seperti mengayuh sepeda. Terus saja mengayuh lambat atau cepat pasti sampai tujuan," ujar Humaedi, Ketua PGRI Kota Cilegon, Banten, Jumat, 24 November 2023.

img_title Belasan Siswa SD di Tangerang Jadi Korban Pencabulan, Polisi Tangkap Pelaku

Menurut Walikota Cilegon, pemerintah sedang konsen membangun SDM melalui pendidikan. Oleh karenanya, kesejahteraan guru terus ditingkatkan.

Saat pertama kali dia menjabat sebagai Walikota, lendidikan di Kota Cilegon, Banten, belum merata, meski telah berusia 24 tahun serta dikelilingi banyak industri besar, baik skala nasional maupun internasional.

img_title Pemprov Banten Ungkap Hanya 20 Persen Pelajar yang Bisa Mengakses Komputer dan Laptop

Terbukti, di Kecamatan Purwakarta, meski memiliki 16 Sekolah Dasar Negeri (SDN), namun belum memiliki satupun Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Sehingga menyulitkan orang tua mencari sekolah dengan sistem zonasi.

"Begitu pun di Jombang dari 24 SDN hanya ada satu SMPN. Di Grogol dari 14 SDN hanya ada satu SMPN, sedangkan di Citangkil dari 24 SDN hanya satu SMPN. Maka, kalau ada zonasi, orang Purwakarta kasihan tidak bisa ke SMP Negeri," ujar Helldy Agustian, Walikota Cilegon, Jumat, 24 November 2023.

Dalam waktu empat bulan pertama memimpin, Helldy Agustian bersama wakilnya, Sanuji Penyamaran, berhasil membentuk empat SMPN meskipun awalnya nebeng di sekolah lain.

"Bagi kami tidak ada yang tidak mungkin jika dilakukan dengan sungguh-sungguh," ungkapnya.