1.500 Pelari Sumbangkan Bibit Pohon dalam GRID Cardio Rush 2026 di Tangerang

GRID Cardio Rush 2026 di Tangerang
Sumber :
  • istimewa

VIVA Banten - Sebanyak 1.500 pelari mengikuti GRID Cardio Rush (GCR) 2026 yang digelar di kawasan Carstensz Mall, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Minggu, 2 Agustus 2026.

img_title Kampanyekan Kesehatan Mata, RS Achmad Wardi Gelar Run for Vision 2026

Mengusung tema "Run Today, Grow Tomorrow", ajang lari tahunan besutan GRID Fitness Hub ini tidak hanya menghadirkan event lari, namun turut mengkampanyekan pelestarian lingkungan.

Di mana, para pelari membawa misi keberlanjutan melalui "1 Ticket = 1 Tree". Setiap tiket yang dibeli peserta dikonversikan menjadi satu bibit pohon yang akan ditanam di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai bentuk kontribusi nyata.

img_title GRID Cardio Rush Run 2025 Siap Digelar, Berlari Untuk 1.000 Sepatu Anak Indonesia

Bibit pohon yang akan ditanam terdiri dari berbagai jenis tanaman endemik dan konservasi, yaitu janitri, kisireum, pulai, riung anak, dan salam. Pemilihan jenis pohon tersebut disesuaikan dengan rekomendasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango agar mampu memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi kawasan konservasi.

Event & Partnership Coordinator GRID Fitness Hub, Suci Sugiyono, mengatakan bahwa melalui GRID Cardio Rush, olahraga tidak hanya menjadi sarana membangun gaya hidup sehat, tetapi juga menjadi media untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan.

img_title MUSANTRI XVII ORSAFAH Berakhir, Iqbalussalam Fathoni Resmi Nahkodai Santri Al-Fathaniyah Periode 2026–2028

"GRID Cardio Rush bukan sekadar event lari. Kami ingin setiap langkah para peserta memiliki arti yang lebih besar. Melalui program 1 Ticket = 1 Tree, kami mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi menjaga kelestarian alam. Kami percaya bahwa gaya hidup sehat harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap bumi yang kita tinggali," katanya.

Terkait dengan event lari, pelaksana juga memberikan tantangan baru melalui Speed Rush Competition. Tantangan sprint tersebut berlangsung pada 100 meter terakhir menjelang garis finis, di mana seluruh peserta dari kategori 5K maupun 10K.

"Pada peserta juga tidak hanya kampanye melestarikan limgkunga, tapi mereka juga berkesempatan mencatatkan akselerasi tercepat untuk memperebutkan penghargaan khusus," ujar dia.

Konsep ini menghadirkan sensasi berbeda karena pelari tidak hanya dituntut menjaga ritme sepanjang lintasan, tetapi juga mampu mengeluarkan kecepatan maksimal di penghujung perlombaan.

"Disini, kami menegaskan transformasi sebuah event lari menjadi gerakan yang memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Tidak hanya menjadi wadah kompetisi olahraga, tetapi juga ruang kolaborasi komunitas, promosi gaya hidup sehat, sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan," ungkapnya.