Bakal Ada Pertandingan Muaythai di Yogyakarta, Nantikan Keseruannya
- Istimewa
VivaBanten – Setelah sukses menggetarkan panggung Jakarta, Asosiasi World Muaythai Indonesia (AWMI) bersiap membawa energi dan semangat pertarungan itu ke Tanah Istimewa. Melalui ajang bertajuk “Yogyakarta Summer Fights Istimewa – AWMI Super Fight Festival”, organisasi yang dipimpin oleh Dewanto P. Siregar ini akan menggelar perhelatan besar muaythai nasional di bulan April 2026, dengan dua lokasi ikonik sebagai kandidat arena duel, Candi Prambanan dan Tebing Breksi.
Langkah ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan besar AWMI Super Fight di Bali United Studio, Jakarta Barat, pada Minggu, 05 Oktober 2025 lalu. Event tersebut menampilkan 23 pertandingan, terdiri dari 10 laga amatir, 10 semi pro, dan 3 partai profesional, dengan melibatkan 46 petarung terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Acara itu tidak hanya menarik perhatian para penggemar muaythai, tetapi juga menunjukkan potensi besar olahraga bela diri asal Thailand ini untuk berkembang pesat di Indonesia.
“AWMI Super Fight di Jakarta menjadi bukti nyata bahwa antusiasme masyarakat terhadap muaythai sangat tinggi. Kualitas pertarungan dan semangat para atlet luar biasa. Kini kami ingin menghadirkan suasana baru di Yogyakarta,” ujar Dewanto P. Siregar, Ketua Umum AWMI.
Berbeda dari gelaran sebelumnya, edisi Yogyakarta ini akan menghadirkan konsep yang lebih luas, memadukan kekuatan bela diri dengan keindahan budaya lokal dan lanskap alam yang menawan.
AWMI berencana menjadikan Candi Prambanan atau Tebing Breksi sebagai arena utama, dua lokasi yang memiliki nilai sejarah dan artistik tinggi, serta menjadi magnet wisata dunia.
“Bayangkan atmosfer pertarungan dengan latar belakang megah Prambanan atau formasi batuan eksotis Breksi. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi juga pengalaman visual dan emosional yang tak terlupakan,” tambah Dewanto.
Aksi Olahraga Bela Diri Diatas Ring.
- Viva.co.id
Tak hanya menampilkan laga muaythai dari level amatir hingga profesional, gelaran ini juga akan diwarnai dengan pertunjukan seni budaya lokal, mulai dari tari tradisional hingga kesenian jatilan.
“Kami ingin mengangkat potensi lokal. Selain pertandingan yang lebih banyak dari Jakarta, akan ada hiburan khas Yogyakarta agar penonton mendapat pengalaman yang benar-benar istimewa,” ujar Dewanto lagi.