Ini Kebiasaan Sepele Penyebab Kerusakan Gigi Pada Anak-anak

drg. Janet Jessica
Sumber :
  • istimewa

VIVA Banten - Makanan manis menjadi salah satu hal yang patut diwaspadai bila dikonsumsi oleh anak-anak. Hal ini lantaran, bisa memicu kerusakan pada gigi yang menyebabkan gigi anak berlubang.

Lonjakan Wisatawan Akhir Pekan, Mal Ciputra Tangerang Suguhkan Hiburan Edukatif Anak

Untuk menghindari hal tersebut, biasanya para orang tua membatasi konsumsi makanan manis pada anak. Namun ternyata, hal itu saja tidak cukup, karena pada dasarnya agar gigi anak tetap sehat setelah mengonsumsi makanan manis, harus disertai dengan kebiasaan minum air putih.

"Setelah makan atau minum manis, dianjurkan langsung minum air putih. Tidak perlu menunggu sampai waktu sikat gigi malam. Hal ini membantu mengurangi keasaman di mulut yang dapat memicu gigi berlubang," kata drg. Janet Jessica dari Happy Dental Clinic, Kamis, 2 April 2026.

Pemerintah Kabupaten Tangerang Terapkan Pembatasan Penggunaan Medsos Pada Anak

Tak hanya makanan manis, mengonsumsi minuman berwarna lainnya juga disarankan untuk membilas mulut dengan air putih.

"Mengonsumsi minuman bewarna bisa menyebabkan perubahan warna pada gigi. Apalagi kalau untuk orang dewasa yang konsumsi kopi, maka warna gigi menjadi lebih kuning dan penumpukan karang yang lebih tebal, terutama pada perokok. Maka itu membilas dengan air putih sangat disarankan," ujarnya.

Libur Lebaran Usai, Pemerintah Kota Tangerang Pastikan Operasional Faskes Kembali Normal

Selain menjaga kesehatan gigi dengan membilas melalui minum air putih, masyarakat juga diimbau untuk melakukan kontrol setiap enam bulan sekali.

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini gigi berlubang dan pembersihan karang gigi. Pasalnya sering kali pasien datang saat kondisi sudah parah, padahal sebelumnya sudah ada tanda awal. Hal ini membuat perawatan menjadi lebih kompleks dan biaya lebih besar.

"Penindakan preventif sangat penting, terutama untuk anak-anak. Idealnya, anak sudah diperkenalkan untuk datang ke dokter gigi sejak dini. Dengan begitu, orang tua juga menjadi lebih aware ketika ada perubahan pada gigi anak," ujarnya.

Sementara itu untuk pencegahan gigi berlubang pada anak cukup mudah dilakukan saat ini. Namun, pada kasus yang sudah parah, biasanya disebabkan oleh dua hal yakni anak takut ke dokter gigi atau orang tua yang kurang rutin membawa anak kontrol.

Pada tahap pre-klinik, tindakan preventif yang dapat dilakukan adalah pengaplikasian topical fluoride yang diaplikasikan ke seluruh permukaan gigi untuk membantu mencegah gigi berlubang.

Halaman Selanjutnya
img_title