Hapus Stigma Hambar, Mandaya Royal Hospital Sajikan 3 Menu Nusantara Bagi Pasien

Tiga menu nusantara bagi pasien di Mandaya royal hospital
Sumber :

VIVA Banten - Biasanya, makanan rumah sakit dikenal dengan rasa yang hambar dan monoton, sampai akhirnya pasien pun mengeluhkan sajian makanan tersebut. Hingga terkadang, pasien pun secara diam-diam membeli atau meminta makanan dari luar untuk bisa memenuhi cita rasa kuliner yang mereka inginkan.

img_title Pinkan Mambo Ramaikan Rame-Rame Jajan Kuliner di Tangcity Mall

Melihat kondisi tersebut, Mandaya Royal Hospital, Tangerang, menggandeng finalis MasterChef Indonesia Season 2, untuk menghadirkan menu khas nusantara yang memiliki cita rasa umami, namun tetap sesuai dengan ketentuan gizi.

Kolaborasi ini pun mengajak Chef Esach Rifky, yang mana ia menghadirkan 3 menu utama yang bisa dinikmati para pasien, yakni Nasi Ayam Pop Crispy Kale, Sate Rempah Saikoro Salsa with Cajun Butter Rice, dan Nasi Goreng Siram Kepiting.

img_title Kejar Target Penurunan Stunting, Pemkot Tangsel Andalkan "Ngider Sehat Premium" dan Kader Posyandu

"Ada tiga menu yang saya sajikan, dan semua telah lulus uji gizi oleh para ahli dan rumah sakit," katanya di Tangerang.

Dalam membuat tiga makanan nusantara yang umami namun tetap sesuai gizi untuk para pasien nyatanya tidaklah mudah, Chef Esach mengaku banyak menghadapi tantangan terutama untuk mensiasati kondimen yang ada di dalam menu.

img_title Usung Konsep Japanese Luxury Wellness, Izumi Reflexology Resmi Dibuka di Gading Serpong Tangerang

"Tentu tidak mudah ya, karena kita harus sesuai dengan ketentuan dari ahli gizi. Salah satu tantangan itu di Nasi Ayam Pop, kalau menu itu kan identik juga dengan ada sambalnya, disini saya mutar otak gimana caranya tetap ada sambal tapi sesuai dengan gizinya," ujarnya.

Sehingga, Chef Esach pun membuat sambal yang terdiri dari tomat dan paprika merah, sehingga cita rasa dan tampilan layaknya sambal tetap bisa dihadirkan dalam menu khas Minang tersebut.

Belum lagi Sate Rempah Saikoro, ia juga menyebutkan ada teknik memasak yang khusus dalam membuat menu tersebut. Di mana, sate tidak dibakar, melainkan hanya dipanggang namun tetap mencerminkan cita rasa sate.

"Yang Saikoro juga, kan tidak boleh bakar-bakaran ya, makanya sate itu kita panggang dan dipastikan matang, bumbu yang kita gunakan juga harus sesuai dengan gizi atau standar pasien rumah sakit," jelas dia.

Sementara itu, dr. Ben Widaja, Co Founder dan Presiden Direktur Mandaya Hospital Group, mengatakan, kolaborasi ini sebagai bentuk upaya rumah sakit untuk menghapus stigma makanan hambar.

Halaman Selanjutnya
img_title