1.464 Bisnis Tumbuh Sepanjang 2025, Dorong Gading Serpong Tangerang Jadi Kawasan Komersial
- istimewa
VIVA Banten - Pertumbuhan investasi dan aktivitas usaha di wilayah Kabupaten Tangerang mendorong perubahan kawasan Gading Serpong menjadi salah satu kawasan komersial baru.
Sepanjang 2025, tercatat 1.464 bisnis baru mulai beroperasi di kawasan tersebut, mulai dari sektor ritel, kuliner, layanan profesional, hingga usaha berbasis kunjungan langsung.
Hal ini turut berpengaruh pada nilai investasi, Pemerintah Kabupaten Tangerang mencatat, sebanyak Rp37,62 triliun nilai investasi yang bersumber dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebanyak Rp11,78 triliun. Lalu sektor perdagangan dan reparasi mencapai Rp4,86 triliun.
Kemudian, sektor tersier, yang mencakup jasa, perdagangan, logistik, dan properti, mendominasi dengan porsi 57,9 persen dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
Head of Research & Consulting CBRE, Anton Sitorus, mengatakan pertumbuhan kawasan komersial di Gading Serpong merupakan bagian dari siklus alami pengembangan kawasan properti.
"Kawasan yang semula bertumpu pada hunian akan berkembang ke fungsi lain seiring bertambahnya populasi, mobilitas, dan kebutuhan layanan. Dan ini terbilang normal. Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, kemudian diikuti kantor, ruko, hotel, dan lain-lain,” katanya, Selasa, 16 Juni 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Summarecon Serpong menyiapkan Serpong CBD sebagai pusat aktivitas bisnis baru di kawasan Gading Serpong.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, mengatakan pengembangan kawasan bisnis ini dilakukan untuk merespons perubahan kebutuhan ruang usaha yang semakin beragam.
Pelaku usaha saat ini tidak hanya membutuhkan tempat operasional, tetapi juga lokasi yang memiliki visibilitas tinggi, akses mudah, fasilitas pendukung, dan ruang yang mampu memperkuat identitas merek.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan City Gate di kawasan Summarecon Serpong. Dikembangkan di atas lahan seluas 40 hektare dan diposisikan sebagai gerbang Serpong CBD.
Kawasan ini terhubung dengan Gading Serpong Boulevard, Symphonia Boulevard, dan City Gate Boulevard.
"Dari sisi akses, City Gate didukung konektivitas menuju Tol Jakarta-Tangerang, Tol Serpong-Balaraja, serta pengembangan akses Melody-Diklat Pemda," ujarnya.
Dengan posisi tersebut, City Gate tidak hanya berfungsi sebagai area komersial baru, tetapi juga sebagai etalase bisnis di Gading Serpong. City Gate dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan usaha, mulai dari kantor, showroom, layanan profesional, klinik, makanan dan minuman, hingga bisnis yang membutuhkan kunjungan pelanggan secara langsung.