Iklim Investasi di Banten Bakal Dibuat Ramah
- Yandhi/Viva
VivaBanten – Iklim investasi di Banten akan dibuat ramah, tanpa prosedur berbelit dan bebas dari pungutan liar (pungli). Hal ini untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Seluruh prosedur perizinan investasi akan dibuat sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, sehingga tidak ada yang dirugikan.
"Saya sampaikan tadi mengenai terkait dengan kebijakan Banten ramah. Kita harus ramah dengan investasi, ramah dengan investasi terus artinya adalah benar-benar kita berpijak pada regulasi," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, di Polda Banten, Kamis, 22 Mei 2025.
Andra Soni mengaku Banten akan membantu pemerintah pusat untuk meningkatkan perekonomian hingga 8 persen secara nasional. Salah satunya dengan mengundang investor datang ke daerah.
Klarifikasi Kadin Cilegon soal oknum minta Rp 5 triliun
- ISTIMEWA
Investor bisa menanamkan modalnya di suatu daerah, jika mendapatkan rasa aman, nyaman dan proses yang mudah. Sehingga aksi pungli maupun aksi premanisme yang mengganggu keresahan harus dihilangkan.
"Kami punya kepentingan bagaimana 12,4 juta warga Banten terlindungi. Warga Banten ini akan terlindungi bila mana investasi bisa berjalan sesuai dengan waktu, karena target kita pertumbuhan ekonomi 8 persen di tahun 2029, salah satu daya dorongnya adalah terlaksananya investasi," terangnya.
Politisi Gerindra ini mengaku berterima kasih ke seluruh pihak, baik pemerintah, ormas, LSM, organisasi kepemudaan (OKP), TNI, Polri, kejaksaan hingga pengadilan yang sepakat untuk menolak aksi premanisme hingga pungli, demi kepentingan nasional.
"Saya sampaikan bahwa ini adalah kesadaran kolektif warga Banten, kesadaran kolektif tokoh Banten, bahwa premanisme menghambat investasi, premanisme menghambat kemajuan Banten," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Kadin Cilegon meminta proyek Rp5 triliun tanpa lelang ke PT China Chengda Engineering (CCE) yang sedang membangun PT Chandra Asri Alkali (CAA).
CAA merupakan proyek strategis nasional (PSN) milik Chandra Asri Group, yang akan memproduksi bahan baku baterai kendaraan listrik.