Pengusaha Minta Proyek Rp5 Triliun Tanpa Lelang ke Chandra Asri Group, Polisi Akan Tindak Tegas Jika Terjadi Kriminal
- Istimewa
VivaBanten – Sebuah video beredar luas di jagat maya, terkait sejumlah pria yang diduga ormas, LSM hingga Kadin Cilegon, menggeruduk PT Chandra Asri Alkali (CAA) di Kelurahan Warnasari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten.
Dalam peristiwa itu, seorang pria mengenakan helm dan baju warna putih bertuliskan Kadin Cilegon, dengan nada tinggi, meminta jatah proyek Rp5 triliun tanpa proses lelang ke pihak CAA.
Mengenai peristiwa peristiwa tersebut, Polda Banten melalui Polres Cilegon, akan menindak tegas siapapun yang menggangu keamanan, ketertiban dan kenyamanan di wilayah hukumnya.
Kapolres dan Wakapolres Cilegon
- Yandi/BantenViva
"Apabila ada tindak pidana intimidasi maupun pengancaman akan kami tindak tegas," ujar Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara, melalui pesan elektroniknya, Selasa, 13 Mei 2025.
Kapolres Cilegon juga meminta seluruh pihak tidak mengganggu investasi yang ada di Kota Baja. Jika terjadi permasalahan atau ketersinggungan, agar di selesaikan melalui musyawarah.
Jika terjadi tindak kriminalitas atau tindakan melawan hukum, akan ada pihak yang bakal dirugikan.
"Pihak kepolisian meminta kepada Kadin Kota Cilegon untuk bisa menahan diri dan menunggu jawaban dari PT. China Chengda Engineering dan menghimbau untuk tidak mengganggu investasi yang sedang berjalan," terangnya.
Penggerudukan sejumlah ormas, LSM hingga Kadin Cilegon ke lokasi PT CAA terjadi pada Jumat, 09 Mei 2025 sekitar pukul 15.00 wib.
Penerima Beasiswa Kuliah PT Chandra Asri Group.
- Chandra Asri Grup
Peristiwa itu diikuti oleh sekitar 60 orang yang berasal dari Kadin Cilegon, HIPMI, HIPPI, HNSI hingga GAPENSI. Mereka mengaku mempertanyakan pekerjaan yang akan diberikan ke pengusaha lokal oleh perusahaan pembuat bahan baku baterai kendaraan listrik tersebut.
Pertemuan lanjutan antara perusahaan dengan pengusaha lokal sudah dilakukan pada Senin, 12 Mei 2025.
"Adapun hasil pertemuan, pihak PT. China Chengda Engineering meminta waktu untuk berkonsultasi dengan managemen pusat, setelah mendapatkan jawaban akan disampaikan kepada pihak Kadin Kota Cilegon selaku wadah dari organisasi pengusaha lokal," jelasnya.