PCNU Kota Serang Ajak Nahdliyin Bersatu, Hormati Kepemimpinan Baru PBNU Hasil Muktamar ke-35
- VIVA Banten/Taufik Hidayat
VIVA BANTEN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang mengajak seluruh warga Nahdliyin menerima dan menghormati hasil Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama. Seruan itu disampaikan setelah forum permusyawaratan tertinggi NU menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat lima tahun mendatang.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Serang, KH Saifun Nawasi, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua tokoh tersebut.
Menurutnya, amanah yang diberikan melalui Muktamar ke-35 menjadi tanggung jawab besar untuk membawa Nahdlatul Ulama semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Ia berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemaslahatan masyarakat.
KH Saifun mengakui pelaksanaan Muktamar ke-35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, berlangsung cukup panjang dan diwarnai berbagai dinamika. Beragam pandangan pun muncul selama proses berlangsung. Sebagian peserta menilai jalannya Muktamar berjalan baik, sementara pihak lain memberikan sejumlah catatan dan kritik.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh proses telah menghasilkan keputusan organisasi yang wajib dihormati bersama. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk kembali bersatu dan mengutamakan pengabdian kepada jam'iyah.
"Kita mengajak seluruh Nahdliyin untuk tetap berkhidmah, menghormati, dan mengabdi sepenuhnya kepada kepemimpinan yang telah ditetapkan," ujar KH Saifun Nawasi, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, persatuan merupakan modal utama bagi NU untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Perbedaan pandangan yang muncul selama Muktamar seharusnya tidak menjadi alasan untuk memecah kebersamaan warga Nahdliyin setelah keputusan resmi ditetapkan.
Ia juga berharap berbagai dinamika yang terjadi selama penyelenggaraan Muktamar menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan baru PBNU. Evaluasi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan agenda organisasi pada masa mendatang dapat berjalan semakin baik, transparan, dan tetap menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
KH Saifun menilai setiap proses organisasi harus dibangun dengan niat yang tulus demi kemaslahatan umat. Menurutnya, niat baik akan melahirkan proses yang baik pula. Sebaliknya, jika sejak awal muncul kepentingan yang tidak dilandasi keikhlasan atau tindakan yang dianggap tidak adil, persoalan akan mudah muncul dalam perjalanan organisasi.