El Nino Berpotensi Berlanjut hingga 2027, BPBD Kota Serang Waspadai Kekeringan Meluas
- Istimewa
VIVA BANTEN – Dampak El Nino di Kota Serang diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang mewaspadai potensi meluasnya kekeringan ke wilayah lain.
Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG yang dibahas dalam rapat Forkopimda, dampak El Nino diperkirakan bertahan hingga awal tahun depan.
“Tadi dari BMKG disampaikan sampai awal tahun 2027,” ujar Diat, Senin 31 Agustus 2026.
Saat ini, BPBD Kota Serang telah menerima laporan kekeringan dari 12 titik. Sebanyak 11 titik berada di Kecamatan Kasemen, sedangkan satu titik lainnya berada di Kecamatan Serang.
“Kasemen 11 titik, Serang 1 titik,” katanya.
Diat mengatakan, kondisi tersebut belum serta-merta menunjukkan kekeringan akan meluas.
Namun, BPBD tetap mencermati kemungkinan tersebut dengan melihat catatan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data BPBD, kekeringan pada 2019, 2023, dan 2024 pernah menjangkau hingga lima kecamatan. Wilayah yang pernah terdampak antara lain Kecamatan Walantaka dan Taktakan.
Karena itu, kata Diat, BPBD berharap kondisi tahun ini tidak berkembang seperti periode tersebut dan penanganan tetap terkonsentrasi di dua kecamatan yang saat ini telah melaporkan dampak kekeringan.
“Ya mudah-mudahan tidak lah, hanya di 2 kecamatan yang sekarang ini ditangani, mudah-mudahan seperti itu aja,” tutur Diat.
Untuk merespons kekeringan, dikatakan Diat, BPBD menggunakan langkah nonstruktural. Penanganan dilakukan melalui imbauan dan sosialisasi, termasuk pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih juga tidak dibebani persyaratan khusus. Mereka cukup menyampaikan laporan kepada BPBD agar kondisi di lapangan dapat ditindaklanjuti.
“Syaratnya hanya melaporkan saja. Tidak ada syarat lain,” jelasnya.
Diat menekankan pentingnya laporan dari masyarakat dan unsur kewilayahan. BPBD tidak mungkin memantau seluruh wilayah Kota Serang secara langsung untuk mengetahui titik-titik yang mengalami kekeringan.
“Kita sendiri tidak mungkin melakukan monitoring ke semua wilayah, mengecek kekeringan. Tentunya kita membutuhkan data dari bawah,” ujarnya.
Hingga kini, seluruh 12 titik yang ditangani BPBD telah menyampaikan laporan secara resmi. Dengan laporan tersebut, BPBD dapat menyiapkan bantuan sesuai kondisi wilayah terdampak.