Gus Kikin Makin Dijagokan Pimpin PBNU, Dukungan Menguat Usai Rais Aam PBNU Resmi Terpilih

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin
Sumber :
  • VIVA Banten/Dok. Istimewa

VIVA BANTEN – Dinamika pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU semakin menarik. Setelah sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) nama KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU resmi ditetapkan, dukungan terhadap KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin disebut semakin menguat menjelang tahapan penentuan kepemimpinan organisasi.

img_title PCNU Kota Serang Ajak Nahdliyin Bersatu, Hormati Kepemimpinan Baru PBNU Hasil Muktamar ke-35

Muktamar ke 35 NU sebelumnya memutuskan bahwa pemilihan Ketua Umum PBNU akan menggunakan mekanisme AHWA. Keputusan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam tata tertib muktamar karena menentukan arah proses pemilihan pimpinan tertinggi organisasi.

Selain menetapkan mekanisme AHWA, forum muktamar juga mengesahkan ketentuan dalam Pasal 7 Tata Tertib Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Salah satu aturan yang menjadi sorotan ialah syarat iddah politik selama satu tahun bagi calon yang berasal dari partai politik. Ketentuan itu membuat sejumlah nama yang sebelumnya masuk bursa calon tidak lagi memenuhi persyaratan.

img_title Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031, Tegaskan NU Bukan Kendaraan Politik dan Siap Satukan Seluruh Kekuatan

Keputusan mengenai iddah politik dinilai sejalan dengan aspirasi mayoritas warga Nahdlatul Ulama. Berdasarkan survei Parameter Politik Indonesia yang dilakukan pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 terhadap 1.200 responden di 38 provinsi, sebanyak 65,8 persen warga NU menginginkan organisasi menjauh dari politik elektoral. Sementara itu, 76,1 persen responden berharap PBNU lebih fokus mengurus kepentingan umat dan penguatan kehidupan keagamaan.

Tahapan muktamar kini berlanjut pada pemilihan Ketua Umum PBNU.

img_title Yenny Wahid: Kericuhan Muktamar Bukan Budaya NU, Minta Warga Hormati Keputusan Ulama

Di tengah berlangsungnya tahapan tersebut, persaingan calon ketua umum disebut mulai mengerucut pada dua figur, yakni Gus Kikin dan Gus Yahya. Sementara itu, lima kandidat lainnya telah menyepakati bahwa pemilihan dilakukan melalui mekanisme AHWA sesuai keputusan muktamar.

Dukungan terhadap Gus Kikin juga datang dari tuan rumah penyelenggara muktamar. Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadzik, menilai Gus Kikin memiliki kapasitas dan rekam jejak yang layak untuk memimpin PBNU.

"Gus Kikin ini zuriah muassis, cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari. Darahnya sudah tidak diragukan lagi. Beliau juga pengusaha, sudah mentas dengan dirinya, insyaallah enggak golek urip nang NU, bisa nguripi," ujar KH Fahmi, Senin (31/08/2026).

Halaman Selanjutnya
img_title