PIKI Peduli Salurkan Bantuan untuk 259 Keluarga Terdampak Gempa Nagekeo
- Dok
VIVA BANTEN - Tim PIKI Peduli menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (26/8/2026).
Bantuan diberikan di sejumlah titik, termasuk wilayah yang berada di sekitar pusat gempa dan kawasan pesisir yang terdampak kenaikan air laut.
Penyaluran bantuan dilakukan bekerja sama dengan Posko Terpadu PGI–GMIT–Klasis Flores Barat.
Tim mendatangi dua lokasi di Kecamatan Boawae sebelum melanjutkan perjalanan ke Posko Bantuan Gabungan BNPB di Dadiwuwu, Kelurahan Lape, Kecamatan Nangandero.
Di Kelurahan Nagesapadhi, Kecamatan Boawae, bantuan disalurkan kepada 73 kepala keluarga. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang terdampak gempa.
Dari Nagesapadhi, tim kemudian bergerak ke Kelurahan Natanage. Sebanyak 36 kepala keluarga yang merupakan anggota Jemaat GMIT Pniel Boawae menerima bantuan.
Dengan demikian, sebanyak 109 kepala keluarga di Kecamatan Boawae menerima paket sembako. Setiap paket berisi beras SPHP 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 800 mililiter, dua bungkus biskuit, 10 bungkus mi instan, tiga bungkus kopi sachet, dan satu bungkus teh.
Distribusi bantuan di kedua lokasi tersebut dibantu pemuda Posko Terpadu dan anggota GMKI Cabang Kupang, terutama dalam proses pengangkutan dan pembagian bantuan kepada warga.
Setelah dari Boawae, Tim PIKI Peduli melanjutkan perjalanan ke Posko Bantuan Gabungan BNPB di Dadiwuwu. Di lokasi ini, tim menyerahkan 150 paket sembako, 10 paket obat-obatan, dan satu dus susu.
Posko Dadiwuwu menjadi tempat berkumpulnya warga terdampak dari sejumlah wilayah. Sebanyak 21 tenda didirikan untuk menampung masyarakat dari empat kelurahan atau desa, yakni Dangu, Lape, Nangandero, dan Aeramo.
Jumlah warga terdampak yang tercatat di lokasi tersebut mencapai 509 kepala keluarga.
Sebagian warga yang mengungsi berasal dari kawasan pesisir dan bekerja sebagai nelayan. Gempa menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Kondisi warga pesisir juga diperberat oleh kenaikan air laut setelah gempa. Air laut dilaporkan naik sekitar satu meter dan berdampak terhadap kawasan permukiman warga.
Pada Rabu sore, sekitar pukul 16.30-17.30 WITA, Tim PIKI Peduli mengunjungi kawasan perumahan nelayan yang terdampak kenaikan air laut. Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi warga dan kerusakan yang terjadi secara langsung.