9 Ulama Resmi Masuk AHWA Muktamar ke-35 NU, Berikut Hasil Perolehan Suara dan Daftar Namanya

penghitungan suara usulan calon AHWA PBNU 2026
Sumber :
  • VIVA Banten/Dok. Istimewa

VIVA BANTEN Rekapitulasi nasional hasil tabulasi usulan calon Ahlul Halli Wal 'Aqdi (AHWA) Muktamar ke 35 Nahdlatul Ulama (NU) telah rampung dalam Sidang Pleno V. Dari total 34 nama yang diusulkan muktamirin, sembilan ulama dengan perolehan suara tertinggi resmi ditetapkan sebagai anggota AHWA.

img_title PCNU Kota Serang Ajak Nahdliyin Bersatu, Hormati Kepemimpinan Baru PBNU Hasil Muktamar ke-35

Penghitungan dilakukan berdasarkan akumulasi suara dari enam bilik atau panel tabulasi selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Berdasarkan hasil akhir, KH Nurul Huda Djazuli dari Ploso menjadi tokoh dengan perolehan suara tertinggi. Ia mengumpulkan 485 suara atau sekitar 10,31 persen dari total suara sah, Minggu (30/08/2026).

img_title Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031, Tegaskan NU Bukan Kendaraan Politik dan Siap Satukan Seluruh Kekuatan

Posisi kedua ditempati TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu yang memperoleh 477 suara atau 10,14 persen. Selisih keduanya hanya delapan suara.

Sementara itu, posisi ketiga diraih AG Dr KH Baharuddin HS, MA dengan 392 suara atau 8,34 persen.

img_title KH Miftachul Akhyar Kembali Pimpin PBNU, Muktamar Ke-35 NU Tetapkan Rais Aam untuk Periode 2026-2031

Kesembilan ulama tersebut selanjutnya menjadi anggota AHWA yang memiliki tugas penting dalam mekanisme pemilihan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sesuai ketentuan organisasi.

Berdasarkan AD/ART NU serta tata tertib Muktamar ke-35, pemilihan Rais Aam tidak dilakukan melalui pemungutan suara langsung oleh peserta muktamar. Proses tersebut dilakukan melalui musyawarah mufakat oleh sembilan anggota AHWA yang telah ditetapkan berdasarkan usulan para muktamirin.

Adapun sembilan ulama yang resmi menjadi anggota AHWA Muktamar ke-35 NU adalah:

1. KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) – 485 suara (10,31 persen).

2. TGK KH Nuruzzahri Yahya (Waled Nu) – 477 suara (10,14 persen).

3. AG Dr KH Baharuddin HS, MA – 392 suara (8,34 persen).

4. KH Miftachul Akhyar – 350 suara (7,44 persen).

5. KH Afifuddin Muhajir – 339 suara (7,21 persen).

6. KH Anwar Iskandar – 326 suara (6,93 persen).

7. KH Anwar Manshur (Lirboyo) – 303 suara (6,44 persen).

8. Prof Dr KH Said Aqil Siradj – 273 suara (5,80 persen).

9. Dr KH Abun Bunyamin, MA – 268 suara (5,70 persen).

Sembilan nama tersebut merupakan peraih suara tertinggi dari keseluruhan proses tabulasi yang melibatkan enam panel penghitungan.

Di luar sembilan besar, terdapat sejumlah ulama yang juga memperoleh dukungan cukup besar dari peserta muktamar. KH Muhammad Wildan Salman berada di posisi kesepuluh dengan 250 suara atau 5,32 persen.

Halaman Selanjutnya
img_title