MWCNU Kragilan Langsung Turun Bersihkan Gunungan Sampah, Singgung Krisis Pengelolaan Limbah di Kabupaten Serang

Pengurus MWCNU Kragilan di Kabupaten Serang
Sumber :
  • Taufik Hidayat/VIVA Banten

VIVA BANTEN – Kepengurusan baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kragilan langsung menunjukkan aksi nyata setelah resmi dilantik. Tanpa menunggu lama, jajaran pengurus bersama badan otonom NU dan masyarakat turun ke lapangan membersihkan tumpukan sampah yang telah lama menggunung di salah satu ruas jalan strategis di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

img_title Menang Suara, Kalah oleh Kiai: Tidak Masalah untuk Maslahah

Aksi sosial tersebut digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan itu tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menjadi pesan bahwa organisasi keagamaan memiliki tanggung jawab terhadap persoalan sosial dan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

Rais Syuriyah MWCNU Kragilan, KH Munawwar Kholili, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Ketua Tanfidziyah MWCNU, anggota Banser, GP Ansor, serta warga yang bergotong royong mengangkat dan membersihkan sampah yang selama ini memenuhi sisi jalan.

img_title NU, Negara dan Godaan Kekuasaan: Menjaga Warisan Para Muassis dari Pesantren Tambakberas

Menurut KH Munawwar Kholili, kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata Nahdlatul Ulama kepada masyarakat. 

Ia menegaskan bahwa dakwah tidak cukup dilakukan melalui ceramah di mimbar, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

img_title Jelang Aksi 27 Agustus di Jakarta, Polresta Tangerang Jaga Kawasan Perbankan

"Kami sebagai warga negara, khususnya masyarakat Kecamatan Kragilan dan Kabupaten Serang, ingin memberikan kontribusi sesuai kemampuan kami. Bersama MWC NU, Ketua Tanfidziyah, Banser, dan Ansor, kami berupaya membersihkan sampah yang sudah menumpuk di lokasi ini," ujar KH Munawwar Kholili, Selasa (11/8/2026).

Ia menilai persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan mengimbau masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, pemerintah juga harus menyediakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik agar masyarakat memiliki lokasi pembuangan yang layak dan mudah dijangkau.

KH Munawwar Kholili mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang kesulitan membuang sampah karena terbatasnya fasilitas. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab munculnya titik-titik pembuangan liar di sejumlah wilayah.

Ia juga mengingatkan bahwa tumpukan sampah yang dibiarkan dalam waktu lama dapat memicu berbagai persoalan. Selain merusak pemandangan, limbah rumah tangga berpotensi menjadi sumber penyakit, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Halaman Selanjutnya
img_title