Rektor UIN Banten Beri Pesan Tegas ke Mahasiswa Kukerta Internasional di Filipina: Wajib Catat Semua Pengalaman!

Kukerta Internasional UIN Banten di Filipina
Sumber :
  • Taufik Hidayat/VIVA Banten

VIVA BANTEN – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, menitipkan pesan penting kepada tiga mahasiswa yang akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Internasional di Filipina

img_title Yandri Susanto Boyong Pejabat Eselon I ke Wisuda UIN Banten, Ajak 750 Lulusan Jadi Penggerak Kemajuan Desa

Selain menjalankan pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa diminta mendokumentasikan seluruh pengalaman selama bertugas dalam sebuah log book yang disusun secara sistematis.

Pesan itu disampaikan Prof Ishom saat kegiatan pembekalan sekaligus pelepasan peserta Kukerta Internasional menjelang keberangkatan. 

img_title 750 Lulusan UIN Banten Resmi Diwisuda, Prof Ishom Ingatkan Jejak Digital Jadi Penentu Masa Depan Karier

Ia menegaskan bahwa setiap pengalaman di lapangan memiliki nilai pembelajaran yang tinggi sehingga harus dicatat dengan baik agar tidak hilang begitu saja.

Tiga mahasiswa yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut adalah Mizan Al Haq Al Faiz dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Genta Faza Al Nugeraha dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Raihan Haidar dari Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI).

img_title Rektor UIN SMH Banten ke Lebak, KKN Nusantara 2026 Dipacu Jadi Penggerak Perubahan Banten Selatan

Dalam arahannya, Prof Ishom meminta seluruh peserta disiplin menulis setiap aktivitas, tantangan, hingga pelajaran yang diperoleh selama menjalankan pengabdian di Filipina. 

Menurutnya, dokumentasi tersebut akan menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi banyak orang.

"Catatlah semua pengalaman selama menjalani Kukerta dalam log book. Mungkin kelihatannya remeh, tetapi hal-hal yang kalian catat bisa jadi penting diketahui orang lain. Pengalaman di lapangan merupakan pengetahuan yang sangat berharga dan dapat menjadi inspirasi maupun bahan pembelajaran bagi banyak pihak," ujar Prof Ishom, Rabu (5/8/2026).

Ia menilai kebiasaan mencatat pengalaman akan membantu mahasiswa melakukan refleksi terhadap setiap kegiatan yang dijalani. Selain itu, catatan tersebut dapat menjadi referensi bagi peserta Kukerta pada tahun berikutnya maupun sivitas akademika yang ingin mempelajari praktik pengabdian masyarakat di tingkat internasional.

Rektor juga mengingatkan agar para mahasiswa menjaga nama baik UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten selama berada di luar negeri. Ia meminta peserta menunjukkan sikap profesional, memegang teguh etika akademik, serta menghormati budaya, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat Filipina.

Menurutnya, kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat setempat menjadi salah satu kunci keberhasilan program pengabdian. Sikap terbuka dan saling menghargai akan mencerminkan nilai-nilai Islam yang moderat sekaligus memperkuat citra positif kampus di tingkat internasional.

Halaman Selanjutnya
img_title