Pemkot Serang Terapkan Konsep One Health, Libatkan 15 OPD Cegah Penyakit dari Hewan ke Manusia
- Viva Banten
VIVA BANTEN -Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menerapkan konsep One Health dengan melibatkan sekitar 15 organisasi perangkat daerah (OPD) dalam upaya memperkuat pencegahan penyakit zoonosis dan penyakit infeksi baru.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan Tim Koordinasi Daerah (Tikorda) dalam Pertemuan Lintas Sektor Penguatan Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru Berbasis Risiko yang digelar di Hotel Le Dian Serang, Rabu, 22 Juli 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan pertemuan lintas sektor tersebut merupakan bagian dari penguatan pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis.
Dimana penyakit zoonosis dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya, sekaligus menjadi langkah awal pembentukan Tikorda.
"Kita mengadakan satu pertemuan lintas sektor dalam rangka penguatan pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksi baru berbasis risiko, serta pembentukan Tim Koordinasi Daerah (Tikorda)," kata Nanang.
Menurut dia, pembentukan tim tersebut merupakan bentuk antisipasi pemerintah daerah agar memiliki kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit menular dengan belajar dari pengalaman pandemi COVID-19.
"Kita punya pengalaman yang cukup berharga, yaitu tahun 2019 sampai 2021 kita secara global pada waktu itu ada COVID-19. Nah, ini dalam rangka mengantisipasi seperti kejadian tahun-tahun sebelumnya," ujarnya.
Nanang menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, Sekretaris Daerah ditunjuk sebagai ketua Tikorda karena memiliki fungsi mengoordinasikan seluruh perangkat daerah dalam pelaksanaan program lintas sektor.
"Secara regulasi memang ketua timnya adalah Sekretaris Daerah. Sesuai dengan tugas yang dilekatkan atau diembankan kepada Sekda, yaitu dalam rangka mengoordinasikan OPD-OPD," tuturnya.
Ia mengatakan penanganan penyakit zoonosis tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja.
Karena itu, berbagai perangkat daerah akan dilibatkan sesuai tugas dan fungsi masing-masing, mulai dari aspek perencanaan, kesehatan, kebencanaan hingga kewilayahan.
"Pelibatan beberapa OPD banyak. Ada Bappeda sebagai perencana, nanti bagaimana memastikan dari sisi anggaran perencanaan bahwa untuk mengantisipasi infeksi baru ini bisa teranggarkan dengan baik di masing-masing OPD sesuai dengan tupoksinya," katanya.
Nanang berharap pembentukan Tikorda tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi wadah koordinasi yang siap bergerak ketika terjadi ancaman penyakit menular.