25 Tahun Dinanti, Jembatan Mekarsari Akhirnya Dibangun, Anggaran Rp10,8 Miliar Digelontorkan Hubungkan Serang-Tangerang
- Taufik Hidayat/VIVA Banten
VIVA BANTEN – Penantian panjang masyarakat akhirnya mulai terjawab. Pemerintah Provinsi Banten resmi memulai pembangunan Jembatan Mekarsari yang menghubungkan Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang. Proyek senilai Rp10,8 miliar itu menjadi salah satu program prioritas melalui Program Bang Andra.
Jembatan yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, tersebut selama puluhan tahun menjadi keluhan warga. Kondisinya rusak parah karena masih menggunakan konstruksi kayu yang telah lapuk. Banyak papan jembatan longgar sehingga membahayakan pengguna jalan.
Warga bahkan menjuluki akses tersebut sebagai "jalan piano". Julukan itu muncul karena papan kayu mengeluarkan bunyi nyaring setiap kali kendaraan melintas.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pembangunan dilakukan setelah pemerintah menerima banyak aspirasi dari masyarakat.
Menurutnya, jembatan itu merupakan akses penting yang setiap hari digunakan oleh warga untuk berbagai aktivitas.
"Jembatan ini sering disebut jalan piano karena saat dilewati berbunyi seperti piano. Kayu-kayunya sudah longgar dan banyak warga yang mengalami kecelakaan. Saya sendiri pernah jatuh, termasuk seorang kiai," kata Andra Soni, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan jembatan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Karena itu, pemerintah memutuskan mempercepat pembangunan demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.
Jembatan baru akan dibangun dengan bentang sekitar 55 meter dan lebar lima meter. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada November 2026.
Keberadaan jembatan ini dinilai sangat strategis. Jalur tersebut setiap hari dilalui pelajar, santri, petani, pedagang, hingga pekerja yang beraktivitas di wilayah Serang dan Tangerang.
Setelah selesai dibangun, Jembatan Mekarsari diharapkan memperkuat konektivitas antardaerah. Selain mempersingkat waktu tempuh, akses ini juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif ketika ruas jalan tol mengalami kepadatan lalu lintas.
Menurut Andra Soni, proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa.
Pemerintah ingin membuka akses yang lebih baik agar kegiatan ekonomi masyarakat semakin berkembang dan pemerataan pembangunan dapat tercapai.
Ia juga menjelaskan bahwa jembatan tersebut akan menghubungkan dua ruas jalan yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dengan tersambungnya kedua jalur itu, konektivitas antarwilayah diyakini akan semakin efektif.