Menteri Agama Buka Pembukaan KKN Nusantara 2026 di UIN Banten, Mahasiswa Diminta Belajar dari Kearifan Baduy

Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar
Sumber :
  • Humas UIN SMH Banten

 

img_title Dari Layanan Kesehatan hingga UMKM, Jasindo Perkuat Fondasi Kesejahteraan Masyarakat Baduy

"Ekspektasi masyarakat terhadap alumni UIN jauh lebih berat. Masyarakat tidak hanya melihat apa yang Saudara sampaikan, tetapi mereka juga ingin tahu siapa yang menyampaikannya. Puncak dari seorang pencari ilmu bukanlah sekadar menjadi ilmuwan atau intelektual, melainkan harus menjadi seorang cendekiawan yang ilmunya memberikan dampak nyata bagi lingkungan," kata Prof Nasaruddin Umar, Kamis, 16 Juli 2026.

 

img_title Baduy Dipilih Jadi Lokasi KKN Nusantara 2026, Prof Ishom Beberkan Nilai Ekoteologi yang Jadi Magnet Mahasiswa

Sebagai bekal selama menjalankan KKN, Menteri Agama memperkenalkan konsep ISTIQAMAH. Akronim tersebut terdiri atas Ikhlas, Sabar, Tawadhu, Ihsan, Qana'ah, Akhlak, Muruah, dan Alhaya atau rasa malu.

 

img_title Menag Nasaruddin Umar Kukuhkan Pengurus FN IKA PTKIN, Rektor UIN Banten Resmi Jadi Dewan Ahli Nasional

Ia menilai nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman mahasiswa ketika berinteraksi dengan masyarakat. Salah satu yang paling ditekankan ialah menjaga muruah melalui perilaku yang santun, cara berpakaian yang pantas, serta kemampuan menempatkan diri di lingkungan tempat mereka mengabdi.

 

Nasaruddin Umar juga mengingatkan mahasiswa agar tidak membawa sikap merasa paling benar ketika berada di tengah masyarakat adat Baduy.

 

Menurutnya, masyarakat tradisional telah memiliki pengetahuan dan pengalaman panjang dalam menjaga keseimbangan alam. Karena itu, mahasiswa harus datang untuk belajar, bukan menghakimi tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Ia meminta peserta KKN menjadikan lokasi pengabdian sebagai laboratorium kehidupan yang memberikan pelajaran berharga. Mahasiswa juga diminta tidak mudah mempertentangkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik budaya lokal.

 

"Kalian dituntut mencontoh kearifan Rasulullah dan para Wali Songo dalam berdakwah. Jangan datang ke tengah masyarakat untuk membenturkan diri. Jangan dengan mudah melabeli sesuatu sebagai bid'ah atau syirik hanya karena belum memahami filosofi persahabatan masyarakat tradisional dengan alamnya," ujar Nasaruddin.

 

Menutup pembekalannya, Menteri Agama kembali mengingatkan bahwa tujuan utama pendidikan di Universitas Islam Negeri bukan sekadar menguasai ilmu pengetahuan. Menurutnya, seluruh proses pencarian ilmu harus berpijak pada prinsip Iqra Bismi Rabbik, yakni menjadikan ilmu sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.