Lewat Gerakan Jumat Bersih, FKUB Kota Serang Bersama Tokoh Agama Serukan Tinggalkan Perbedaan Demi Indonesia Harmonis
- Taufik Hidayat/Viva Banten
Ia juga menyoroti mulai memudarnya budaya gotong royong di tengah masyarakat akibat kesibukan dan perubahan pola hidup di era modern. Padahal, budaya saling membantu merupakan salah satu identitas bangsa Indonesia yang perlu terus dijaga.
Melalui GEJUBER, FKUB berharap masyarakat kembali membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial tanpa memandang agama, suku, maupun latar belakang.
"Biarlah keyakinan menjadi urusan masing-masing. Namun dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus tetap saling menolong dan bekerja sama sebagai sesama manusia," tegasnya.
KH Matin berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia ingin Gerakan Jumat Bersih dilaksanakan secara rutin agar budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat menjaga lingkungan kembali tumbuh di tengah masyarakat.
Pada pelaksanaannya, GEJUBER digelar di sejumlah lokasi strategis di Kota Serang, antara lain Perempatan Pocis di Jalan Diponegoro, kawasan Gereja Kristen Indonesia (GKI) beserta lingkungan sekolahnya, lampu merah depan Kantor Pos Alun-alun Kota Serang, hingga area sekitar HKBP dan GBI.
Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai instansi. Pemerintah Kota Serang melalui Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Lingkungan Hidup turut ambil bagian. Selain itu hadir pula Polresta Serang Kota, Kodim 0602 Serang, Kementerian Agama Kota Serang, para tokoh lintas agama, FKUB Kota Serang, serta masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kerukunan umat beragama. FKUB Kota Serang optimistis semangat yang dibangun melalui GEJUBER akan menjadi teladan bagi masyarakat untuk terus merawat persatuan, memperkuat toleransi, dan menjaga keharmonisan Indonesia di tengah keberagaman.